Solo International Performing Arts (SIPA)

SIPA atau Solo International Performing Arts adalah arena skala internasional budaya seni pertunjukan dengan materi dalam bentuk seni pertunjukan. Sementara acara ini genre seni mulai dari tari, teater musik, dan seni untuk aturan atau tidak meluas ke area lain dari seni.

SIPA akan terus mencari dan menemukan bentuk idealnya. Setelah itu proses pencarian akan terus until’ll menemukan bentuk terbaikknya. Tapi satu hal yang tidak akan pernah ditinggalkan adalah Roh Solo sebagai ajang interaksi budaya adalah konsep Kota Solo Kebudayaan. Inilah yang akan selalu semangat proses menemukan bentuk ideal SIPA.

Akhirnya, dari semua pikiran itu akan mengarah pada tema utama. Solo akan menjadi kota yang “duwur Adoh kuncarane”. Sebuah kota besar karena hidup tradisi dan kebersamaan bahwa orang memiliki kekuatan untuk kebesaran yang bahkan untuk orang dari luar daerah.

SIPA 2012 Siap Tampil Beda

Ira Kusumorasri (Espos/Dwi Prasetyo/dok)

SOLO—Perhelatan kesenian akbar  International Performing Arts (SIPA)  2012 kembali akan hadir pada akhir September mendatang. SIPA yang digelar untuk kali keempat ini siap mengusung semangat go green dengan tema Save Our World.

“Dengan tema ini kami ingin mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk lebih <I>care<I> lagi kepada lingkungan,  bumi dan seisinya,” jelas Ketua SIPA 2012, Irawati Kusumorasri saat berkunjung ke Griya Solopos, Selasa (17/4/2012).

Guna mendukung tema ini, lanjut Ira, pihaknya akan mengajak para seniman yang punya komitmen di bidang lingkungan untuk tampil. Sementara untuk para penampil dari luar negeri, pihaknya mengimbau agar mereka menyesuaikan materi sajian dengan tema tersebut.

Lebih jauh dijelaskan Ira, pada SIPA 2012 yang akan digelar 28-30 September mendatang tersebut akan menyajikan sajian-sajian istimewa dari para seniman-seniman baik dari dalam maupun luar negeri.  Dari dalam negeri atau lokal, seniman yang akan tampil antara lain, Mugiyono Kasido, Sujiwo Tedjo, Nanang HP (Teater Tetas), Kelompok Kesenian Krakatau Steel dan para penyaji dari Yogyakarta, Bangka Belitung serta Pontianak.

Sementara dari luar negeri dipastikan akan ada sajian para seniman dari Inggris, Belanda, Australia, Taiwan, Jepang dan Brazil. “Kami masih menunggu kepastian delegasi dari Filipina, India dan Malaysia yang kami harap juga akan tampil,” imbuh Ira.

Untuk mendukung penampilan para seniman tersebut, lanjut Ira, pihaknya akan menyiapkan tata cahaya yang menarik dan spektakuler. Bahkan, dirinya mengaku siap melawan arus pakem yang selama ini ada dalam festival seni.

“Selaras dengan konsep panggung yang nanti akan bernuansa moderen, kami akan menyajikan lighting  yang lebih hidup, dinamis dan heboh seperti pertunjukan atau pergelaran musik. Hal ini kami harap akan semakin menarik perhatian penonton,” ujar Ira.

Bukan itu saja, di awal pertunjukan, para penonton akan disuguhi dengan sajian pesta kembang api yang sudah menjadi tradisi di perhelatan SIPA.

Untuk pre-event SIPA 2012, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan di antaranya, panitia juga akan mengadakan acara di Solo Grand Mall, Solo Square juga di sejumlah kelurahan.

“Kalau di kelurahan itu kegiatannya berupa tanam pohon. Kami berharap akan memberikan sebanyak 10.000 bibit tanaman produktif. Bahkan  saat pertunjukan, kami berencana membagikan tanaman hias kepada para penonton,” urai Ira.

Sebagai pendamping perhelatan inti, panitia juga akan menggelar kegiatan khusus bagi para jurnalis berupa lomba menulis dan foto tentang SIPA 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: