Hidangan Istimewa Kampung ( Warung HIK Solo )

Kehidupan malam tak selamanya identik dengan dugem alias dunia gemerlap. Setidaknya hal ini berlaku di daerah Yogyakarta dan Jateng, khususnya Solo. Tengoklah di sudut-sudut kota ini, sangat mudah menemukan orang-orang duduk berkumpul di bangku kayu panjang atau sekedar lesehan di tikar.

Warung angkringan, tempat mereka nongkrong, biasa disebut juga warung hik. Sedangkan di Yogyakarta sering juga disebut dengan istilah warung koboi. Menurut riwayat, istilah hik berasal dari kata hidangan istimewa kampung, dan konsep warung ini konon berasal dari Klaten, daerah yang terletak di antara Solo dan Yogyakarta.

Banyak orang beranggapan, makan di warung hik bukan untuk memanjakan perut, tetapi mencari romantisme malam. Tanyalah orang-orang yang biasa ngangkring atau nge-hik setiap malam, apa yang mereka cari? Sekedar ngobrol dengan teman atau bahkan ikut bergabung dengan “forum” dadakan yang biasanya menggulirkan tema-tema yang sedang hot, tak kalah hot dengan kopi jahe yang mereka nikmati.

Ketika musim Pilkada tiba, orang-orang di warung hik dengan tanpa beban bisa mencaci maki salah satu calon atau bahkan memuji-muji calon lain karena telah memberi sejumlah “angpao”. Ketika musim pertandingan Piala Dunia, bisa-bisa televisi milik pemilik hik diusung ke warung sekedar untuk memfasilitasi para penggila bola.

Menu wajib di warung hik adalah nasi kucing. Disebut nasi kucing karena karena nasi berlauk sambal dan potongan kecil daging bandeng atau teri yang dibungkus seukuran kepalan tangan orang dewasa ini lebih “pantas” untuk menu kucing peliharaan.

Setidaknya menurut penulis, perbedaan warung hik di Solo dan Yogyakarta terletak pada cita rasa nasi kucing. Banyak warung di Solo yang memasak nasi sendiri dan menjaganya untuk tetap hangat dan “pulen” sepanjang malam. Sedangkan di Yogya, kebanyakan warung hanya menerima titipan nasi kucing yang tak se-pulen nasi kucing Solo.

Lauk-pauk yang disediakan juga beragam, mula dari tempe goreng, sate usus, bakwan, tahu bacem hingga burung puyuh. Biasanya pengunjung akan minta lauk tersebut dibakar terlebih dulu.

Ada dua kelas warung hik yang beredar di Solo. Pertama, hik tradisional, banyak terdapat di sudut kampung atau kawasan kos mahasiswa, seperti kebanyakan yang terdapat di Yogyakarta. Kedua, adalah kelas tongkrongan “bergengsi”, kelas ini tentu saja memasang tarif yang bahkan tak ada bedanya dengan rumah makan permanen.

Kelas kedua ini biasanya terletak di pusat-pusat kota seperti di kawasan Manahan, Kottabarat, dan Solo Baru. Pengunjung yang datang juga tak tanggung-tanggung, lebih banyak orang bermobil dengan dandanan layaknya pergi ke kafe. Sangat kontras ketika di sudut-sudut kampung atau di kawasan kampus yang banyak anak kosnya, warung hik boleh dibayar kredit alias ngutang. Jenis hik tradisional inilah yang selama ini lebih dikenal sebagai primadona orang-orang berkantung cekak.

Namun, suasana kekeluargaan di warung hik tradisional lebih terasa kental. Di kawasan kampus UNS Solo, terdapat warung hik yang cukup dikenal, bukan karena menu yang disajikan tetapi lebih karena sang pemilik yang eksentrik. Yono, begitulah nama pemilik hik tersebut, sudah bertahun-tahun menempati lahan di belakang kampus setiap malam.

Hampir setiap orang yang sering mampir ke hik-nya mengenal karakternya yang mampu menjadikan obrolan di warung hik menjadi gayeng dan akrab. Gaya bicaranya blak-blakan, kadang kritis, namun menggelitik. Bahkan tak segan-segan ia berteriak menyanyikan potongan sebuah lagu secara tiba-tiba ketika pengunjungnya kehabisan kata-kata.

Itulah romantisme warung hik, dan setiap warung pasti menawarkan keunikan tersendiri. Hidangan Istimewa Kampung memang istimewa… (wku)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: