TEMPO.COSurakarta -Sejumlah tari klasik dari Pura Mangkunagaran akan dipamerkan ke publik dalam Mangkunegaran Performing Art 2012. Kegiatan tahunan itu  digelar  pada 11-12 Mei 2012.

Menurut Pengageng Reksa Budaya Pura Mangkunegaran, GPH Herwasto Kusumo, sebagian tari yang akan dipentaskan di malam pertama merupakan gubahan langsung dari Mangkunegara. “Sedangkan di hari kedua ada beberapa tari gubahan baru,” katanya, Rabu 9 Mei 2012.

Di hari pertama, mereka akan menampilkan  Gambyong Retno Kusumo gubahan Mangkunegara VIII. Tari tersebut mengisahkan tentang putri keraton yang tengah merias diri. “Kami juga akan mementaskan tari Banda Baya yang diciptakan oleh Mangkunegara IV,” katanya.

Pada hari kedua, mereka akan mementaskan sejumlah tarian seperti Jaranan, Puspito Retno serta Panembrono. “Tari-tarian di hari kedua ini kebanyakan berupa kreasi baru,” kata Herwasto. Pementasan selama dua hari itu bisa disaksikan secara gratis oleh masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta, Widdi Srihanto menyebutkan jika kegiatan tersebut sudah ketiga kalinya digelar. “Kegiatan ini juga sudah masuk di calender event Kota Surakarta,” katanya.

Dia berharap, kegiatan budaya tersebut bisa mendorong pariwisata di Kota Surakarta. Selain itu, Mangkunegaran Performing Art itu diharapkan mampu mengenalkan kembali tarian klasik dari dalam Pura Mangkunegaran.

Ahmad Rafiq

Solo Walikota Surakarta, Joko Widodo, memamerkan busana yang biasa dikenakan oleh para model peserta Solo Batik Carnival (SBC) kepada tamunya yang merupakan penyelenggara pawai Pasadena di Amerika. Para tamu mengaku terkesima dengan rancangan busana tersebut dan menyampaikan undangan SBC tampil di Pasadena. Namun karena harus mengeluarkan biaya cukup tinggi, Joko Widodo tidak langsung menyanggupi.

Para tamu dari Pasadena tersebut datang ke rumah dinas Walikota Surakarta, Senin (23/7/2012) siang. Mereka datang untuk melihat langsung desain kostum serta dokumentasi-dokumentasi acara SBC yang telah berlangsung sebanyak 5 kali di Solo. Hal itu dikarenakan SBC dipilih dan direkomendasikan merupakan pilihan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mewakili Indonesia tampil dalam ajang karnaval bunga terbesar sejagat itu.

Setelah mengamati secara langsung kostum yang dikenakan dua model serta menyaksikan slide gambar-gambar maupun video SBC, tim dari Pasadena menilai SBC layak tampil di Tournament of the Rose Pasadena pada 1 Januari 2013 mendatang.

“Solo Batik Carnival ini sangat bagus. Kami sangat berharap tim dari Solo Batik Carnival bisa ikut meramaikan acara kami di Pasadena nanti,” kata LO Tournament of Roses Pasadena, Greg Asbury, kepada wartawan, usai pertemuan dengan Jokowi.

Deputy Director International Tourism and Promotion for America and Pasifik, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsesius Jewadu mengatakan pihaknya berinisiatif mengirim lagi perwakilan ke Tournament of Roses di Pasadena setelah 16 tahun tidak mengirim wakil. Setelah melalui berbagai pertimbangan pihak kementerian menunjuk Pawai Bunga Tomohon. Namun karena pihak Tomohon tidak bisa berangkat karena bersamaan dengan pawai tahunan maka pilihan berikutnya adalah Solo Batik Carnival akan mewakili Indonesia.

Jokowi menanggapi tawaran itu dengan menyatakan akan berusaha mencarikan dana untuk bisa mengirim peserta SBC di acara bergengsi tersebut. Jokowi meminta waktu sepekan untuk berkonsultasi dengan DPRD dan mencarikan sumber-sumber dana yang mungkin bisa digali untuk mendanai tim SBC berangkat ke Amerika.

“Ini suatu kehormatan untuk bisa diundang tampil di acara bergengsi itu. Saya minta waktu sepekan untuk memberikan jawaban atas tawaran itu karena dana sebesar itu ya harus diupayakan dulu. Kami akan bahas dulu dengan DPRD karena anggaran karena untuk memberangkatkan peserta SBC itu cukup banyak. Meskipun nanti akan ada bantuan dana dari kementerian namun yang harus kita keluarkan masih cukup banyak juga,” ujarnya.

 

Copy@detik.com

SOLO–Event tahunan Grebeg Sudiro 2012 siap digelar di kawasan Pasar Gede Solo, Minggu (15/1/2012) besok. Sekitar 2.000 peserta bakal berpartisipasi dalam festival yang dihelat dalam rangka memeringati Tahun Baru Imlek di Kota Solo tersebut. Mereka akan mengusung berbagai potensi yang ada di wilayah Kelurahan Sudiroprajan dan sekitarnya.

Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2012, Yunanto Nugroho saat ditemui di Kantor Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, mengemukakan hingga Sabtu (14/1/2012) siang, persiapan perhelatan tersebut telah mencapai 90 persen. Dimulai dari pemasangan lampion di seluruh kawasan Pecinan dan Pasar Gede beberapa waktu lalu, pendirian panggung di pertigaan Tugu Jam Pasar Gede, hingga gunungan kue keranjang yang akan dikirab sebagai bagian dari acara Grebeg Sudiro 2012 tersebut.

“Yang kami buat beda dibandingkan dengan penyelenggaraan Grebeg Sudiro tahun lalu salah satunya dari kostum peserta. Selain itu, kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan keikutsertaan warga dan kalangan pedagang Pasar Gede, termasuk Paguyuban Pambiwara yang pada saat kirab, rencananya akan turut serta dengan mengusung Codang Loro Blonyo,” beber Yunanto.

Ditambahkannya, kirab akan diikuti sekitar 1.770 orang dari 44 kelompok, termasuk di antaranya kelompok kesenian, kelompok usaha bersama (Kube) dan sebagainya. Dengan digelarnya acara tersebut, lanjut Yunanto diharapkan dapat menjadi simbol adanya pembauran antara dua etnis yang berbeda yang tinggal di lingkungan Sudiroprajan.

“Tidak hanya dari wilayah Kelurahan Sudiroprajan, kami juga mengajak warga dari kelurahan di sekitar Sudiroprajan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, antara lain dari Kelurahan Jagalan, Kelurahan Kadipiro dan Kelurahan Mojosongo, termasuk 12 kelompok dari 44 kelompok yang akan ikut kirab itu, berasal dari luar Solo,” imbuhnya.

(JIBI/SOLOPOS/Septhia Ryanthie)

Wakil Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo pun turut datang dan memberikan sambutan pada acara ini. Senada dengan Yunanto, ia berharap Grebeg Sudiro bisa menjadi alat pemersatu bangsa. Dalam sambutannya, ia juga mengucapkan rasa syukur karena baik jumlah peserta maupun penonton terus bertambah. Grebeg Sudiro Grebeg Sudiro 2012: Simbol Eratnya Toleransi Warga Solo 

Mahesa Lawung Kerbau Penyelamat

Tim Potret SCTV

29/03/2012 06:25

Liputan6.com, Solo: Solo. Tanah tumbuhnya kepribadian masyarakat Jawa. Jauh ketika raja-raja Kasunanan dan Mangkunagaran berkuasa penuh serta Surakarta masih bersifat istimewa, fungsi keraton tidak cuma sebagai pusat pengembangan seni budaya Jawa seperti saat ini. Fungsi yang mengubah status kerajaan sama rata dengan rakyat di bawah naungan republik.

Tapi ini kota cermin, tempat kepribadian dan keyakinan masyarakat Jawa hidup serta berkembang. Dan tidak bisa dipungkiri, peran keraton masa lampau begitu besar membentuk tradisi orang-orang Jawa masa kini.

Cap yang melekat kental adalah Jawa identik dengan kejawen. Jeyakinan yang meski tidak seformal agama resmi, tumbuh, dan menjadi pedoman sebagian besar orang Jawa keseharian. Sebuah sikap yang mustahil hilang. Sebab ada banyak alasan warisan nenek moyang dilestarikan meski ajaran pengesaan Tuhan pun telah datang.

Dalam waktu dekat, tepat 40 hari setelah Grebeg Maulud digelar, Keraton Surakarta bakal melaksanakan prosesi besar. Prosesi rutin yang bertujuan menyeimbangan alam dan nasib manusia.

Melibatkan para abdi dalam juga sesepuh keraton, ritual ini menjadi penting karena dilakukan demi keselamatan banyak orang, bahkan negara. Prosesi ini dikenal dengan sebutan mahesa lawung. Mahesa lawung dalam tradisi Jawa sebetulnya tersimpan pemaknaan dan laku tirakat serta ruwatan. Ini bisa juga disebut meruwat dewa yang salah tempat, sehingga menjadi penyebab segala bencana.

Catatan sejarah tradisi ini mulai tertera pada zaman dinasti Syailendra-Sanjaya yang tampak dalam arca Durga Mahesa Suramandini. Prosesi mahesa lawung sekarang ini hampir mengikuti tradisi itu, dibunuh dengan cara disembelih sebagai sajian rajasuya. Kerbau dalam alam pikir kejawaan bukanlah sekadar sesaji ritual. Kerbau adalah simbol penyelamat agar hidup terhindar dari hal-hal buruk.

Hari sakral pelaksanaan mahesa lawung lazimnya jatuh pada Senin atau Kamis. Tapi, tahun ini, Kamis adalah hari pilihan berdasarkan hitungan kalender baik dan buruk. Kebaikan dan keburukan adalah dua hal penting. Sebab pada prosesi yang dilatari kisah Jaka Tingkir sebelum mencapai mahesa jenar atau menjadi raja ini, kebaikan adalah tujuan utama.

Menggelar mahesa lawung sama artinya merangkai upacara wilujengan nagari. Menghimpun kesadaran bersama untuk sanggup menderita dan sengsara atau berkorban demi keselamatan dan ketenteraman.

Dalam tradisi Jawa, ruwatan tak bisa dilepaskan dari segala sesaji. Sajian yang dipersiapkan bukanlah sekadar persembahan ulam-ulaman pelengkap kepala kerbau. Kerbau memang aktor penting dalam prosesi mahesa lawung. Tak boleh sembarang kerbau. Yang dipakai haruslah kerbau perjaka atau belum pernah dipekerjakan.

Kepala dan kakinya menjadi sesembahan utama, bersama walang atogo atau berbagai jenis belalang sebagai simbol rakyat jelata. Lewat perngorbanan seekor kerbau, bencana yang menimpa banyak orang diharapkan bisa berkurang. Sebagian besar masyarakat berdarah Jawa percaya, mitos mahesa lawung inti dasarnya adalah sebagai jalan untuk mengontrol alam seperti gunung atau lautan.

Kesetiaan keraton kepada tradisi leluhur adalah alasan mahesa lawung rutin digelar dari generasi ke generasi. Ini memang soal keyakinan. Mereka tak berani meninggalkan adat dan ritual ini. Mereka percaya, ada kekuatan lain di luar diri manusia yang dengan mahesa lawung kekuatan gaib itu akan memberi balasan. Akan ada hal buruk yang terjadi bila ritual ini mereka tinggalkan begitu saja.

Puncak prosesi mendekati inti acara. Kini saatnya membawa sesaji ke hutan dengan berjalan kaki. Alas krendha wahana, inilah hutan keramat yang diyakini sebagai tempat bersemayam Bathari Kalayuwati, pelindung gaib keraton di bagian utara. Di sinilah ritual penanaman kepala kerbau bakal dilaksanakan, termasuk barang-barang mentah lain sebagai tumbal penyelamat.

Kesakralan Punden Bathari Durga bukanlah sebuah rahasia. Niat suci mengikuti prosesi mahesa lawung adalah harga mati. Andai saja terbesit pikiran buruk, mereka percaya akan memunculkan hal gaib di Punden Bathari Durga. Biasanya, untuk meluluhkan penunggu punden dan menetralisir kekuatan gaib yang buruk, juru kunci rutin memberi sesaji. Dan persembahan kepala kerbau adalah sajian utama dari pihak Keraton Surakarta sebagai wujud ucapan terima kasih.

Doa-doa pun dirapalkan, harapan dipanjatkan. Tepat setelah 40 hari sekatenan, Keraton Surakarta selesai menjalani kewajiban memohon keselamatan. Keselataman yang dirindukan sebab bencana hanya melahirkan ketakutan-ketakutan.(BOG)

Satu lagi festival menyemarakkan kota Solo, “Bengawan Solo Gethek Festival“ yang diselenggarakan Minggu 20 November 2011. Ratusan masyarakat Solo memenuhi tepian Bengawan Solo di desa Ngepung, Pasar Kliwon tempat titik berangkat gethek peserta festival ini. Gethek-gethek ini menyusuri Bengawan Solo sampai di Jurug. Festival ini menampilkan 40 gethek. Berbagai gethek yang mengikuti festival ini dihias dengan berbagai tema, gethek bangsawan, gethek prajurit, gethek pedagang, dan lain-lain.

Gethek merupakan alat transportasi air yang terbuat dari batang-batang bambu yang dirakit sedemikian rupa sehingga bisa dinaiki di atasnya dan menggunakan batang bambu atau dayung untuk melaju. Jaman dulu, sekitar abad 17-19, lalu lintas di Bengawan Solo (sungai terpanjang di Jawa) diramaikan dengan gethek dan perahu sebagai alat transportasi. Pedagang dan penduduk pada umumnya melakukan mobilitas dengan memanfaatkan transportasi air di Bengawan Solo ini.

Ketika transportasi darat sudah mendominasi sekarang ini, orang tidak lagi melihat arti penting jalur air yang pernah berjaya di masa lalu. Bengawan Solo menjadi tidak terperhatikan, tumpukan sampah yang hanyut dan menyangkut di tepiannya menghiasi pemandangan sepanjang sungai ini. Apalagi ketika musim hujan tiba, luapan air membanjiri dan membawa serta sampah-sampah di sepanjang alirannya.

Festival Gethek ini mengingatkan kembali sejarah masa lalu yang menjadi milik bangsa ini. Memandangi arus sungai yang cukup deras dan gethek serta perahu melaju di sepanjang alirannya memunculkan kesadaran betapa kita tidak terlalu abai dengan ‘kekuatan’ Bengawan Solo, warisan budaya yang telah menjadi saksi peradaban panjang manusia sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

UNESCO telah menetapkan batik sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia. Museum Batik Danarhadi adalah museum batik terbaik dan terlengkap di dunia, memiliki lebih dari sepuluh ribu helai kain batik, salah satunya adalah Batik Snow White.

MUSEUM BATIK KUNO DANAR HADI
Jl. Slamet Riyadi 261 Surakarta
Phone:
+62 271 714326

MUSEUM BATIK KUNO DANAR HADI – Museum Batik Terlengkap di Dunia

Batik sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Teknik pewarnaan kain ini menggunakan lilin batik (malam) untuk mencegah masuknya warna di bagian-bagian tertentu. Pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai salah satu Warisan Kebudayaan Dunia. Didorong oleh kecintaannya terhadap batik, Haji Santosa Doellah yang juga pemilik usaha Batik Danarhadi ini mengumpulkan batik dari seluruh penjuru negeri. Hingga kini koleksinya sudah mencapai lebih dari sepuluh ribu lembar kain batik kuno, 600 di antaranya dipamerkan di Museum Batik Danarhadi.

Dari Batik Kraton, Batik Belanda, hingga Batik Tiga Negeri

Seorang pemandu menyapa dengan ramah dan kemudian mendampingi tour 1,5 jam menjelajah museum. Ruang galeri pertama berisi koleksi Batik Belanda yang sebagian besar berbentuk sarung dengan dominasi motif bunga, dedaunan, hewan terutama burung dan kupu-kupu. Batik Belanda umumnya tampil dengan warna-warna cerah seperti merah, hijau, oranye, dan merah jambu. Di dinding terpajang foto-foto orang Belanda yang sedang mengenakan kain batik.

Ruang galeri kedua dipenuhi dengan koleksi Batik Kraton, baik Kraton Surakarta, Mangkunegaran, Yogyakarta, maupun Pakualaman. Motif batik dari keempat kraton ini hampir sama, hanya modifikasi motif dan cara pemakaiannya saja yang berbeda. Ada pula koleksi yang disebut dengan Batik Tiga Negeri. Batik yang menggunakan tiga warna yaitu merah, biru, dan coklat ini ternyata dibuat di tiga tempat yang berbeda. Pemberian warna merah dikerjakan di Lasem, warna biru di Pekalongan, sementara warna coklat di Solo. Karena itulah jenis batik ini dinamakan Batik Tiga Negeri.

Koleksi lain yang bisa dinikmati adalah Batik China, Batik Jawa Hokokai (batik yang terpengaruh oleh kebudayaan Jepang), Batik Pesisir (Kudus, Lasem, Pekalongan), Batik Sumatra, Batik Saudagaran, Batik Petani, Batik Kontemporer, dan berbagai jenis batik lainnya. Salah satu yang menarik perhatian adalah Batik Cirebon. Selain pengaruh China, jenis batik ini memiliki motif-motif sayap yang menunjukkan pengaruh budaya Hindu dari Kerajaan Mataram Kuno.

Yang tidak boleh dilewatkan adalah koleksi spesial museum ini. Ada beberapa koleksi batik kuno dengan motif unik yang terinspirasi oleh cerita rakyat ataupun cerita legenda. Salah satunya adalah motif Snow White. Batik ini dibuat dengan motif berupa gambar-gambar yang bertutur tentang cerita Snow White. Cerita dimulai ketika ibu tiri Snow White diberitahu oleh cermin ajaib bahwa Snow White adalah wanita tercantik di negeri mereka. Ini membuat sang ibu tiri marah dan membuangnya ke dalam hutan. Gambar-gambar terus berlanjut menceritakan kehidupan Snow White di dalam hutan bersama tujuh kurcaci, makan apel beracun, sampai dengan pertemuannya dengan pangeran yang membangunkannya dari tidur panjang. Batik Snow White yang termasuk dalam jenis Batik Belanda ini didesain oleh wanita Indo-Belanda pada pertengahan abad ke 19. Meskipun demikian, pengerjaannya tetaplah dikerjakan oleh orang-orang Indonesia. Selain itu masih ada beberapa batik dengan motif yang bercerita tentang Hans and Gretel, Little Red Riding Hood, dan bahkan cerita Perang Diponegoro.

One Stop Batik Shopping

Pemandu tour kemudian membawa YogYES ke bagian belakang museum. Suasana kontras langsung terasa. Keanggunan ruang pameran berganti dengan suasana pabrik yang dinamis. Di ruang besar tanpa sekat itu ratusan orang sibuk mengerjakan proses pembuatan batik dari awal sampai akhir. Bila ingin mempelajari teknik pembuatan ini lebih dalam lagi, museum juga menawarkan paket workshop pembuatan batik tulis satu warna selama 5 hari.

Puas menikmati koleksi batik-batik antik dan menyaksikan proses pembuatan batik yang rumit, mata kemudian dimanjakan oleh koleksi batik cantik dalam berbagai produk. Kemeja resmi, gaun-gaun cantik, hingga sarung bantal dan aneka produk lainnya bisa dibeli disini. Museum Batik Danarhadi dengan konsep One Stop Batik Shopping ini benar-benar menjadi surga wisata bagi para pecinta batik, baik lokal maupun internasional.

Copyright © 2010 YogYES.COM

Gawe besar siap dihelat Wayang Orang (WO) Sriwedari menyambut hari jadinya yang ke-102, Selasa (12/7/2012)-Kamis (19/7) mendatang. Bertempat di Gedung WO Sriwedari, publik Solo siap dipuaskan dengan pentas Wayang Orang Gabungan yang melibatkan Sanggar Bharata Jakarta, Sanggar Ngesti Pandawa Surabaya dan WO RRI Solo.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo, Widdi Srihanto, selama tiga hari penonton akan diberi sajian yang berbeda. Di hari pertama, imbuhnya, lakon Gareng Dadi Guru siap membuka pergelaran. “Hari kedua ada Gatotkaca Pinilih. Sementara hari terakhir Punawakan Tandang. Semua pentas dimulai pukul 20.00 WIB dan gratis,” tuturnya dalam jumpa pers di Gedung WO Sriwedari, Senin (16/7).

Widdi menambahkan, pergelaran tersebut akan dimeriahkan 75 pemain di tiap pentasnya. Dalang kawakan Ki Warseno Slenk, imbuhnya, siap menjadi bintang tamu pentas tersebut. “Nanti seniman-seniman Solo juga ikut ambil bagian.”

Koordinator WO Sriwedari, Agus Prasetyo, mengatakan ketiga lakon yang disajikan memiliki pesan tersendiri. Gareng Dadi Guru,
imbuhnya, berisi kritik sosial tentang pemimpin yang lupa menanggalkan baju kebesarannya di saat tertentu. Sementara Gatotkaca Pinilih, lanjut dia, menjadi refleksi keberhasilan Joko Widodo dalam pertarungan menuju DKI 1.

“Kami harap pentas ini semakin mendekatkan WO Sriwedari kepada masyarakat Solo,” tandasnya.

SELAMA setahun di 2012, masyarakat solo bakal disuguhi beragam acara budaya. Dalam Calendar of Cultural Event Solo 2012 yang sudah dibagikan ke publik, tercatat 47 kegiatan budaya dengan beragam genre tradisi dan modern berkelas lokal, nasional, juga internasional. Partisipannya melibatkan hampir seluruh pelaku seni kota Solo mulai dari seniman, kerabat kraton, masyarakat desa-kota, mahasiswa, pelajar, hingga anak-anak. Agenda tersebut dicanangkan oleh Walikota Surakarta, Ir H Joko Widodo guna memomrosikan Solo sebagai kota budaya.

Berikut 47 agenda Calendar of Cultural Event Solo 2012

1 | minggu | 15 januari | grebeg sudiro | kawasan pasar gede

2 | senin-minggu | 30 januari – 5 februari | sekaten | alun-alun utara

3 | minggu, 5 februari | grebeg mulud | keraton kasunanan & masjid agung

4 | jumat-selasa | 17 – 21 februari | festival kethoprak | gedung kesenian taman balekambang

5 | sabtu | 18 februari | solo karnaval | jl. slamet riyadi

6 | minggu |19 februari | gunungan charity boat race | bengawan solo

7 | kamis |22 maret | mahesa lawung | keraton kasunanan surakarta

8 | rabu-minggu | 18 – 22 april | pesona balekambang | taman balekambang

9 |sabtu-minggu, 28 – 29 april | bengawan travel mart | seluruh kota solo

10 | minggu |  29 april | solo menari | jl slamet riyadi

11 | jumat-sabtu | 11 – 12 mei | mangkunegaran performing art | pura mangkunegaran

12 | jumat-minggu | 18 – 20 mei | festival dolanan bocah | kawasan gladak

13 | selasa-kamis|  22 – 24 mei | asia pacific historian conference | solo

14 | jumat-minggu | 8 – 10 juni | kemah budaya | lapangan kottabarat

15  | rabu-kamis | 13 – 14 juni | keraton art festival  | keraton kasunanan surakarta

16 | jumat | 15 juni | tingalan jumenengan dalem ke-7 isks xiii | keraton kasunanan surakarta

17 | sabtu-rabu | 16 – 20 juni | solo kampung art | solo

18 | selasa | 19 juni | parade hadrah | jl slamet riyadi

19 | minggu-selasa | 24 – 26 juni | kreatifitas anak sekolah solo (kreasso) | kawasan ngarsopuro

20 | sabtu, 30 juni | solo batik carnival (sbc) | jl slamet riyadi

21 | rabu-minggu | 4 – 8 juli | solo international ethnic music (siem) | taman balekambang

22 | jumat-senin | 13 – 16 juli | solo batik fasihon (sbf) | kompleks balaikota

23 | kamis-minggu | 19 – 22 juli | pentas wayang orang gabungan | gedung wayang orang sriwedari

24 | minggu-senin | 22 – 23 juli | festival dalang bocah | joglo sriwedari

25 | minggu-senin | 22 – 23 juli | wayang bocah | gedung wayang orang sriwedari

26 | rabu | 8 agustus | malem selikuran | keraton kasunanan surakarta

27 | jumat-sabtu | 10 – 25 agustus | maleman sriwedari | taman sriwedari

28 | minggu | 19 agustus |  grebeg poso | keraton kasunanan surakarta

29 | minggu-minggu | 19 – 26 agustus | bakdan ing balekambang | taman balekambang

30 | rabu-rabu | 22 – 29 agustus  | pekan syawalan jurug | taman satwataru jurug

31 | kamis-minggu, 6 – 9 september | federation for asian cultural promotion conference solo

32 | sabtu | 8 september | pemilihan putera-puteri solo | kawasan ngarsopuro

33 | jumat-sabtu | 14 – 15 september | solo keroncong festival (skf) | kawasan mangkunegaran

34 | jumat-sabtu | 21 – 22 september | solo city jazz | kawasan ngarsopuro/sriwedari

35 | jumat-minggu | 28 – 30 september | solo international performing art (sipa) | solo

36 | kamis-minggu | 11 – 14 oktober | solo investation tourism & trade expo (sittex) | solo

37 | sabtu-minggu | 13 – 14 oktober | solo international tea festival | solo

38 | minggu | 14 oktober | grebeg pangan | purwosari-sriwedari

39 | minggu-selasa | 14 – 16 oktober | solo culinary festival | solo

40 | kamis-minggu | 25 – 28 oktober | pasar seni balekambang | taman balekambang

41 | jumat | 26 oktober | grebeg besar | keraton kasunanan surakarta

42 | jumat-minggu | 9 – 11 november | javanese theatrical | solo

43 | minggu | 11 november | kirab apem sewu | kampung sewu

44 | minggu | 11 november | bengawan solo gethek festival | bengawan solo

45 | jumat-sabtu | 16 – 17 november | kirab malam 1 sura | keraton kasunanan surkarta & pura mangkunegaran

46 | minggu | 25 november | wiyosan jumenengan sp kgpaa mangkoe nagoro ix | pura mangkunegaran

47 | sabtu | 31 desember | pesta budaya dan kembang api malam tahun baru | solo

surakarta.go.id | indonesiakreatif.net

Festival Film Solo merupakan festival film tahunan yang dilangsungkan di Kota Solo, dengan fokus pada perkembangan film fiksi-pendek Indonesia. Dengan segala kesederhanaannya, festival ini didesain sebagai salah satu ruang-temu bagi para pelaku perfilman nasional dengan publik secara luas, melalui Program Kompetisi Film Fiksi-Pendek, Program Non-Kompetisi dan Program Khusus.

Festival Film Solo diinisiasi pertama kali oleh Ricas Cwu, Joko Narimo dan Bayu Bergas pada tahun 2011.

 

Copy@festivalfilmsolo.com

pasar Triwindu Ngarsopuro Solo pada Kamis sore (29 September 2011) terlihat ramai dan jalanan ditutup untuk lalu-lintas umum. Persis di halaman depan pasar barang antik tersebut berdiri panggung terbuka alias tanpa atap dengan ukuran 10 m x 8 m dan tinggi tidak lebih dari 60 cm. Latar belakang panggung merupakan bangunan pasar, yang menambah suasana keramaian menjadi semakin klasik mirip gaya pasar rakyat tempo dulu.

Solo Keroncong Festival, sebuah tulisan judul acara tergantung menjadi latar depan bangunan pasar. Penataan pagelaran musik yang bagi kalangan muda kebanyakan dianggap kuno atau jadul ini tampak sederhana tapi elegan. Dan pas dengan sajian lantunan musik keroncong yang lembut namun juga dinamis. Pada gelaran festival ini melibatkan 20 grup keroncong dari beberapa kota di Indonesia, mulai dari Palembang, Kalimantan Selatan, Semarang, Yogyakarta, dan Solo. Dan yang menarik justru keterlibatan seniman dari mancanegara seperti Hongaria, Italia, Australia, Jepang, Singapura dan Hongkong.

Festival ini tak ubahnya sebagai sebuah hajatan pasar malam atau pasar rakyat untuk masyarakat Solo dan menggema ke penjuru negeri untuk memberikan inspirasi akan kreasi berkesenian. Sebuah seni pertunjukan dengan mengangkat kekayaan budaya sendiri menjadi pilihan yang bisa mendatangkan kecintaan, atau minimal bisa terus mengingatkan bahwa musik keroncong masih enak untuk dinikmati.

Dari Waldjinah hingga Agnes dari Hongaria, dari siswa SD hingga kakek nenek, semua berperan di atas panggung dan di luar panggung. Banyak macam kegembiraan disatukan dalam gelaran Solo Keroncong Festival ini. Aneka jajanan tradisional mendapatkan tempat melengkapi keramaian Solo di waktu malam. Wedang ronde, sate Madura, pempek Palembang, nasi liwet, cabuk rambak, pecel Madiun, angkringan, siomay Bandung dan banyak lagi aneka makanan menemani lantunan musik keroncong hingga Sabtu malam (1 Oktober 2011) di pasar Ngarsopuro. Warna-warni kehidupan pasar rakyat menambah meriahnya gelaran festival ini.

Kerumunan masyarakat yang terus berdatangan hingga dinihari ini cukup memberikan kebahagiaan bagi seniman keroncong yang tampil, keraguan akan hilangnya penikmat musik jenis ini agak sedikit terobati. “ Bagus, sangat bagus, banyak yang masih suka kok dengan keroncong….yang muda juga banyak”, komentar Waljinah (pelantun Walang Kekek yang tetap eksis di jalur musik keroncong hingga kini). Memang tidak dipungkiri, keramaian layaknya pesta rakyat itu bahkan belum surut saat waktu sudah menunjukan pukul 00:30, dan beberapa jajananpun bahkan ada yang sudah habis sebelum pertunjukan selesai.

Solo Keroncong Festival benar-benar membawa angin segar bagi para musisi jalur musik ini, minimal saat acara digelar, semua kegalauan sedikit terobati. Beberapa dari musisi keroncong yang mengisi acara tersebut merasa bahwa keroncong bagi mereka adalah sebuah pilihan, dan bagaimana masyarakat menerima atau menjadi suka keroncong, itu adalah upaya. Upaya itu bisa datang dari siapa saja dan dimana saja. Salam kratonpedia.

RAILBUS – Railbus Betara Kresna saat melewati jembatan KA Mojo dalam uji coba Solo – Wonogiri, Rabu (25/4/2012). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

SOLO–Menjelang pengoperasian railbus Batara Kresna yang dijanjikan pemerintan pusat pada Minggu (20/5/2012) nanti, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemkot Solo menyatakan kesiapannya.
Mereka meminta agar railbus segera dioperasikan sesuai rencana awal tanpa harus menunda-nunda lagi seperti rencana sebelumnya. “Setelah kami nanti menerima Basto (berita acara serah terima operasional-red), kami siap menjalankan railbus. Jalur Sukoharjo-Jogja juga tak menghadapi masalah,” tegas Pejabat Humas PT KAI Daops VI Jogja, Eko Budiayanto kepada Solopos.com, Kamis (17/5/2012).
Eko menjelaskan, yang terpenting saat ini ialah pemerintah pusat lekas menyerahkan Basto kepada PT KAI sebagai bentuk kelayakan pengoperasian tranportasi modern itu. Sehingga, pihaknya bisa lekas menyiapkan tenaga sumber daya manusia (SDM) serta jadwal dan pemberakuan tarif railbus yang sesuai. “Kalau Basto tak kunjung diserahkan kepada kami, ya kami bingung,” paparnya.

Seperti rencana awal, Eko mengajukan usulan tarif senilai Rp30.000/ penumpang untuk jalur Sukoharjo-Jogja. Tarif tersebut dengan perhitungan untuk biaya operasional railbus. “Kami belum memikirkan keuntungan. Itu sebatas biaya operasional. Makanya, kita lihat saja nanti pelaksanaannya,” katanya sembari menyebutkan jumlah gerbong railbus yang hanya tiga buah.
Jalur Railbus
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat menegaskan Pemkot Solo menjamin jalur railbus di Kota Solo tak menghadapi masalah. Sehingga, pemerintah pusat tak perlu lagi mencari alasan untuk menunda-nunda pengoperasian railbus. “Saya salalu mendesak, yang penting railbus beroperasi dulu. Nanti, sambil berjalan kan bisa melakukan evaluasi kekurangnnya,” paparnya.
Desakan pengoperasian railbus, kata Yosca, mengingat antusiasme masyarakat saat ini cukup tinggi. Di sisi lain, pengoperasian railbus juga akan mendatangkan multi efek positif bagi Kota Solo dan masyarakatnya. “Jika pemerintah tak segera merespon, masyarakat akan kecewa,” paparnya.
Sejumlah persiapan prasarana untuk menyambut pengoperasian railbus, kata Yosca, antara lain pengeprasan ranting-ranting di sepanjang Jalan Slamet Riyadi serta pemasangan halte portabel di sejumlah titik pusat perbelanjaan dan instansi penting. “Nanti masyarakat yang ingin naik railbus, tak perlu repot ke stasiun. Cukup dengan menunggu di tepi jalan Slamet Riyadi sudah bisa,” paparnya.
Sumber@Solopos

Solo (ANTARA News) – Festival Jenang akan digelar di Kota Solo dalam rangka memeriahkan hari jadi kota ini yang ke 267 yang dipusatkan di Koridor Ngarsopuro pada hari Jumat (17/2).

Festival Jenang ini akan membagikan sebanyak 10 ribu pincuk jenang atau bubur tradisional khas Solo secara cuma-cuma kepada masyarakat di kota ini, kata penggagas acara festival tersebut Slamet Raharjo di Solo, Kamis.

“Saya memang ingin membuat event yang mampu menarik wisatawan sebanyak-banyaknya ke Kota Solo. Karena itulah, gelaran yang baru pertama kali diselenggarakan tersebut akan diagendakan setiap tahun. Saya harap ini bisa menjadi destinasi wisata baru bagi wisatawan,” katanya.

Ia mengatakan, festival kuliner serupa juga sudah dilaksanakan di negara lain, namun jenang di kota Solo memiliki nilai lebih karena mengandung filosofi yang dalam dengan jenis yang beragam. Pihak panitia pun merancang acara tersebut sebagai gelaran berbasis masyarakat.

“Jadi jenang disediakan masyarakat, untuk masyarakat. Kalau masyarakat bisa menjaga konsistensi bukan tidak mungkin event ini bisa jadi gelaran tingkat internasional,” urainya.

Panitia Penyelenggara, Mayor Haristanto menjelaskan, saat ini sudah banyak peserta yang mendaftarkan diri ke panitia. Sementara pihaknya menargetkan acara tersebut diikuti 100 kontestan, namun dirinya optimistis target tersebut dapat terpenuhi.

“Dengan asumsi 100 peserta, dan setiap peserta menyediakan 100 pincuk jenang, jadi totalnya akan ada 10 ribu pincuk jenang,” katanya.

Ia mengatakan, para peserta yang sudah mendaftar di antaranya, lima perwakilan kecamatan, 51 utusan Kelurahan, 25 organisasi profesi, lima SMK, 10 paguyuban pasar tradisional dan empat peserta dari kalangan pribadi.

Masyarakat dan jajaran Muspida Pemkot Surakarta akan berbaur dengan masyarakat umum menikmati jenang bersama-sama di Ngarsopuro dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. “Nanti juga ada sesi pejabat melayani rakyatnya. Menyediakan jenang untuk rakyat,” katanya. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO — Tiga orang yakni Mohammad Norisham asal Singapura, Moh Heriyanto dari Madura dan Dionisius asal Solo, akan menari selama 24 jam non stop pada acara ‘Solo Menari 24 Jam’. Ketiganya adalah sebagian kecil dari 2.500 peserta yang berasal dari 45 kelompok seni di Indonesia yang mengikuti acara tersebut.

Perhelatan akbar ‘Solo Menari 24 Jam’ kembali digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (29/4). Event tahunan ini akan dimeriahkan ribuan penari baik yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara. Mereka bakal menari bersama tanpa memandang asal daerah dan asal negara.

“Selain itu, sebelas tempat juga telah dipersiapakan untuk menggelar ajang akbar ke enam,” kata Dwi Wahyudiarto salah seorang penggagas Solo Menari 24 jam, di Solo, Rabu (25/4).

Dewi pun mengaku, pihaknya menggandeng institusi pendidikan dan sanggar seni untuk berpartisipasi. “Bukan hanya dari kelompok seni yang ada di Soloraya, tapi juga ikut berpartisipasi kelompok kesenian dari Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Banyumas dan daerah lainnya. Bahkan penari dari mancanegara juga turut andil dalam event ini, seperti sejumlah penari dari Singapura, Jepang, dan Australia,” papar Dewi.

Dengan tema baru, kata Dewi, yakni meretas batas dalam nuansa warna, konsep ‘Solo Menari 24 Jam’ tahun ini juga banyak melibatkan komunitas dan ragam kesenian di luar tari. Dengan konsep tersebut, kata Dewi, pihaknya berharap seni tari akan dapat diterima di semua ranah masyarakat.

“Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa tari dapat melebur dimana saja. Serta dapat bersinergi dengan berbagai macam kesenian,” kata Dwi yang juga sebagai pengajar di Jurusan Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Dewi mengungkapkan, kesebelas tempat yang telah disiapkan meliputi Ngarsopuro, Solo Squre, halaman Solo Grand Mall, Solo Paragon, Rumah Dinas Walikota Loji Gandrung dan Plaza Sriwedari untuk wilayah kota. “Untuk wilayah kampus ISI, akan dibagi menjadi lima tempat. Antara lain Teater Besar, Pendopo, Rektorat, Teater Kapal, dan Teater Gendhon Humardani.”

Tidak sampai disitu, selain ribuan peserta dan sebelas tempat yang telah disiapkan, pihaknya juga telah menyiapkan gelaran lain dalam ‘Solo Menari 24 Jam’ yang akan menjadikan ‘Solo Menari 24 Jam’ tahun ini berbeda dengan perhelatan sebelumnya.

Pembukaan ‘Solo Menari 24 Jam; akan ditandai dengan kirab 50 orang penari di atas becak dengan corak wayang dari depan Loji Gandrung sampai dengan Gladag. “Ini merupakan eksplorasi seni tari yang akan kami usung, dengan 50 penari pembuka akan menari di atas becak yang akan dikirab dari depan Loji Gandrung hingga Gladag,” terang dia.

Panitia juga akan mengajak masyarakat umum ikut menari bersama, lantaran waktu pelaksanaan ‘Solo Menari 24 Jam’ tahun ini bertepatan dengan gelara Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Ir Juanda. “Menyiasati gelaran CFD, kami juga akan mengajak masyarakat untuk menari bersama. Jadi nantinya masyarakat bukan hanya melihat, tapi juga ikut berpartisipasi,” tuntas dia.

Redaktur: Karta Raharja Ucu
Sumber: Antara

TEMPO.CO, Surakarta – Tekad Keraton Kasunanan Surakarta untuk mengakhiri konflik internal yang telah berlangsung selama delapan tahun terlihat serius. Mereka mengumumkan rekonsiliasi yang telah tercapai kepada masyarakat melalui sebuah kirab, Ahad 17 Juni 2012. Dua kubu yang pernah bertikai memamerkan kerukunan.

Penguasa Keraton Kasunanan, Paku Buwana XIII Hangabehi, yang selama ini jarang muncul di publik juga ikut dalam kirab. Dengan mengenakan pakaian kebesaran raja berwarna hijau dia mengendarai kereta kencana pusaka bernama Kyai Garoedopoetro yang ditarik empat kuda. Kereta tersebut merupakan peninggalan PB X yang sudah berumur lebih dari seabad.

Sedangkan Tedjowulan, yang pernah mengukuhkan diri sebagai raja, memilih menunggang seekor kuda. Pembesar keraton yang saat ini menjabat sebagai wakil raja itu terlihat sangat ceria. Sembari terus mengembangkan senyum, beberapa kali dia terlihat menepuk leher kudanya. “Sudah dua tahun tidak naik kuda,” ucapnya kepada para pengiringnya.

Sejumlah kerabat keraton lain juga terlihat terlibat dalam penyiapan kirab hingga ikut dalam barisan. Namun memang tidak semua kerabat ikut, termasuk GKRay Koes Murtiyah, Ketua Dewan Adat Keraton. “Sebenarnya banyak yang ingin ikut, tapi kuda dan keretanya terbatas,” kata KP Satryo Hadinagoro, salah seorang kerabat keraton.

Menurutnya, keraton ingin mengumumkan kepada masyarakat mengenai telah terjalinnya rekonsiliasi antara PB XIII Hangabehi dan PB XIII Tedjowulan yang saat ini telah melepaskan takhtanya. Selama ini masyarakat hanya mengikuti kabar rekonsiliasi melalui media massa.

Keberadaan raja kembar di Keraton Surakarta itu sebenarnya sudah berakhir sejak penandatanganan pakta rekonsiliasi bulan lalu di Jakarta. Hangabehi dan Tedjowulan menandatangani kesepakatan untuk membentuk Dwitunggal. Kemudian rekonsiliasi itu semakin dikukuhkan dengan masuknya Tedjowulan ke keraton pada kegiatan Tingalan Dalem Jumenengan, Jumat akhir pekan lalu.

Juru bicara Dwitunggal, KRH Bambang Pradatanegara, juga sepakat jika dikatakan kirab ini bertujuan untuk mengumumkan terjadinya rekonsiliasi kepada masyarakat Surakarta. “Tidak semua orang bisa menyaksikan kegiatan Jumenengan di dalam keraton kemarin,” katanya.

Meski telah dirayakan besar-besaran, rekonsiliasi tersebut masih harus melalui jalan yang panjang. “Saat ini rekonsiliasi belum selesai,” kata Bambang. Mereka harus segera berkonsentrasi untuk melakukan reunifikasi semua unsur dalam keraton.

Dia mengakui konflik yang telah terjadi selama delapan tahun telah menyebabkan keretakan yang harus diperbaiki. “Konflik yang pernah terjadi tidak hanya melibatkan Hangabehi dan Tedjowulan,” katanya. Namun masing-masing memiliki pendukung yang loyal. Bahkan abdi dalem yang jumlahnya mencapai puluhan ribu juga ikut terpecah.

Konflik yang terjadi ke Keraton Surakarta itu terjadi sejak delapan tahun lalu, saat PB XII meninggal dunia tanpa menunjuk permaisuri dari keenam istrinya. Akibatnya, dua anaknya berebut kekuasaan. Hangabehi berhasil menduduki takhta dalam keraton. Sedangkan Tedjowulan memilih keluar dari keraton dan mendirikan takhta di Sasana Purnama, Badran. Upaya pemerintah dalam mendamaikan dua raja itu baru terwujud saat ini.

 

Solo (Espos)-Proyek penataan kembali kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo sebagai taman dan hutan kota akan mulai dikerjakan Mei mendatang, dimulai dari kawasan Jebres, Pucangsawit dan seterusnya sampai ke selatan wilayah Solo.

Walikota Solo, Joko Widodo, kepada wartawan di Balaikota, Senin (13/4/2010) mengatakan, proyek itu dimulai di Jebres karena di wilayah itulah yang paling siap. Proses relokasi warga bantaran yang tinggal di tanah negara di kawasan itu sudah hampir selesai. Paling tidak, secara administratif sudah selesai.

“Jadi nanti prosesnya, tanah bekas ditempati warga yang telah direlokasi akan dirapikan, baru setelah itu ditanami supaya membentuk hutan dan taman kota. Direncanakan di kawasan itu juga ada jogging track,” jelas Jokowi.

Semua proyek tersebut, kata Jokowi, akan dikerjakan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU). Sedangkan anggarannya, kemungkinan akan diambilkan dari dana pembangunan pascabanjir dari pemerintah pusat yang nilai totalnya sekitar Rp 89 miliar. Dana itu sejak awal memang diperuntukkan untuk perbaikan infrastruktur, termasuk pintu air Putat, parapet di Joyotakan, dan sebagainya.

Tak hanya itu, Jokowi mengatakan, Jembatan Komplang, yang menjadi penyebab banjir di kawasan Solo utara beberapa waktu lalu, juga akan dibangun kembali. Pembangunan jembatan tersebut, menurut Jokowi, diperkirakan menghabiskan anggaran senilai Rp 7,8 miliar.
Jembatan itu akan dibangun tahun ini juga kalau anggarannya masih mencukupi.

“Setelah ditelisik, banjir di Solo utara kemarin itu, ternyata disebabkan karena aliran air di sungai di bawahnya tertutup oleh barongan pring yang hanyut dan terdampar di bawah jembatan karena terhalang tiang penyangga jembatan, sehingga airnya membeludak dan terjadilah banjir,” kata Jokowi.

Dia menambahkan, ke depan, jembatan itu akan dibangun tanpa pilar atau tiang penyangga di bawahnya.

Kembali ke penataan kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo, ditemui terpisah di Balaikota, Senin (13/4/2010), Ketua LPMK Jebres, Honda Hendarto, membenarkan bantaran di wilayahnya memang sudah hampir bersih. Warganya, terutama yang tinggal di tanah negara, semuanya sudah memproses relokasi.

Dan inilah hasil kerja keras pemkot solo dan warganya

Oleh: Suharsih

Tiga jembatan berjajar membentang menyeberangi Bengawan Solo, sungai terpanjang di pulau Jawa. Sungai legendaris yang menginspirasi seniman Gesang mencipta lagu keroncong terkenal berjudul Bengawan Solo. Masing-masing ketiga jembatan membujur berdekatan arah Timur-Barat menghubungkan kota Solo dengan kota Karanganyar dan kota-kota lain. Jembatan berada di pinggir batas timur kota Solo, gerbang masuk ke kota Solo. Ketiga jembatan terkenal dengan nama Jembatan Jurug.

Jembatan jurug pertama dibangun tahun 1913, di jaman pemerintahan raja Kasunanan Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono X. Raja sekaligus Pahlawan Nasional yang terkenal banyak membangun infrastuktur modern pada jamannya. Termasuk Taman Satwa Taru Jurug yang berada dekat jembatan. Seiring berkembangnya transportasi dibangun lagi jembatan baru disebelah selatan jembatan lama. Selanjutnya dibangun kembali jembatan ketiga berdekatan, sehingga berjajar triple bridges Jurug Solo.Jembatan Jurug sangat strategis dan penting menghubungkan transportasi darat antar kota dalam propinsi Jawa Tengah maupun dengan kota-kota di propinsi lain. Jembatan paling selatan untuk jalur kendaraan bermotor masuk ke kota Solo dan jembatan tengah untuk lintasan kendaraan keluar kota Solo. Sedangkan jembatan paling utara untuk jalur motor, sepeda dan pejalan kaki. Jembatan kereta api di atas Bengawan Solo terlihat agak jauh di selatan Jembatan Jurug.

Kedua jembatan terbaru terlihat kokoh membentang di atas aliran Bengawan Solo yang tenang. Namun jembatan lama terlihat tua sebagai jalur motor, sepeda dan pejalan kaki. Jalan aspal jembatan berlubang di beberapa tempat dan kasar. Sore hari jembatan ini jadi tempat favorit pengendara berhenti untuk menikmati pemandangan Bengawan Solo. Terlebih saat bulan puasa terlihat banyak orang dan pengendara berhenti “ngabuburit” sambil menikmati pemandangan sekitar dari atas jembatan lama.

Sungguh indah pemandangan sekitar triple bridges Jurug Solo. Terlihat taman rekreasi, kebun binatang, monumen Gesang, lereng hijau sungai dan tenangnya arus Bengawan Solo. Semuanya menyejukan. Memang outlook terbaik pemandangan Jurug dari atas jembatan lama ini. Namun cukup riskan jika terlalu banyak orang di atas jembatan yang relatif tua untuk menikmati Bengawan Solo dan Taman Jurug. Beberapa tempat teduh tersedia untuk istirahat dan menikmati pemandangannya.

Sumber: bit.ly/HRyq0D

Solo dan budaya sangat erat kaitannya, tumbuh berkembangnya kota Solo juga tak lepas dari budaya kota Solo sendiri. Pelestarian aset aset budaya di Solo terus digalakkan agar tak lekang di makan jaman. Pelestarian budaya Jawa terlihat jelas di kota Solo, dari bangunan bangunan kuno yang masih berdiri tegak, pemakaian huruf huruf jawa di setiap bangunan penting kota Solo dan juga acara acara budaya yang terus digalakkan untuk mendongkrak wisatawan datang ke Solo.
Jadi jangan lupa kalau berlibur ke Solo, manfaatin waktu anda untuk terbang ke masa lalu dengan melihat aset budaya kota Solo

Keraton Kasunanan Surakarta
Keraton Kasunanan Surakarta berdiri sejak tahun 1745, dan sampai sekarang masih bisa disaksikan sisa sisa kejayaan Keraton Kasunanan yang masih berdiri kokoh di tengah gempuran modernisasi. Pada saat sekarang yang memerintah Keraton Kasunanan Surakarta adalah Sultan Pakubuwono XII

Puro Mangkunegaran
Puro Mangkunegaran adalah istana tempat kediaman Sri Paduka Mangkunegara di Surakarta dan dibangun setelah tahun 1757 dengan mengikuti model keraton yang lebih kecil. Secara arsitektur bangunan ini memiliki ciri yang sama dengan keraton, yaitu pada pamedan, pendopo, pringgitan, dalem, dan kaputran, yang seluruhnya dikelilingi oleh tembok yang kokoh. Pada saat ini yang memerintah Keraton Mangkunegaran adalah Sri Paduka Mangkunegara X

Museum Radya Pustaka
Museum Radya Pustaka ini pada awalnya didirikan oleh Sultan Pakubuwono IX pada tahun 1890. Museum Radya Pustaka berisi arca, pusaka kuno, wayang kulit dan buku buku kuno peninggalan kerajaan Mataram, Kasunanan dan Mangkunegaran. Museum Radya Pustaka tercatat sebagai salah satu museum tertua di Jawa Tengah

Pasar Antik Triwindu
Pasar barang antik dan kerajinan kuno di Solo, terletak di depan Puro Mangkunegaran. Anda juga dapat menjumpai beberapa koleksi benda benda kuno dari beberapa negara lain di pasar antik Triwindu

Museum Batik Danar Hadi
Museum batik Danar Hadi tercatat sebagai museum batik terlengkap di Pulau Jawa, koleksi batiknya tidak hanya batik yang berasal dari kota Solo saja, tetapi juga terdapat koleksi batik dari beberapa daerah yaitu Batik Jogja, Batik Pekalongan, Batik Lampung, Batik Palembang, Batik Cirebon, Batik Madura, Batik Banyumas, Batik Tulungagung dan juga Batik Wonogiri
Museum batik Danar Hadi terletak menjadi satu dengan Galeri Batik Danar Hadi di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Jadi selain dapat melihat dan mendapatkan informasi tentang batik, Anda juga dapat berbelanja batik di galeri batik Danar Hadi

Kampung Batik Laweyan
Kampung Batik Laweyan meprupakan salah satu sentral batik di kota Solo. Di Kampung Laweyan mayoritas penduduknya memproduksi batik bikinan sendiri yang kemudian disetorkan ke beberapa Pasar batik di kota Solo dan juga ke luar daerah kota Solo

Kampung Batik Kauman
Selain Kampung Batik Laweyan, Kota Solo juga mempunyai Kampung Batik Kauman. Layaknya Kampung Batik Laweyan, mayoritas penduduk di Kampung Kauman juga memproduksi batik bikinan sendiri

Museum Fosil Sangiran
Museum Fosil Sangiran adalah museum arkeologi, dimana ditemukannya fosil manusia purba Pithecantropus erectus oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald.
Museum Fosil Sangiran terletak di Kabupaten Sragen bagian utara, kurang lebih 20 km dari kota Solo

Candi Cetho
Sebuah candi bercorak Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan kerajaan Majapahit (abad ke-15). Sampai sekarang candi ini masih digunakan untuk tempat pemujaan bagi penduduk setempat yang beragama Hindu dan tempat bertapa bagi penganut kejawen
Di bagian lain candi, bisa kita jumpai patung dewi Saraswati dan Candi Kethek (Candi Monyet)
Candi Cetho terletak di Kabupaten Karanganyar di lereng Gunung Lawu, kurang lebih 40 km, arah timur kota Solo. Dari candi Cetho kita bisa melihat keindahan kota Solo dari atas dan hamparan kebun teh Kemuning

Candi Sukuh
Candi sukuh juga merupakan candi Hindu layaknya candi Cetho, candi ini digolongkan kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena banyaknya obyek-obyek lingga dan yoni yang melambangkan seksualitas
Candi Sukuh juga terletak di kabupaten Karanganyar, kurang lebih 35 km arah timur kota Solo

Copy@solo-the-spirit-of-java.blogspot.com/

Band black metal asal Singapura, Impiety, menjadi band impor kelima yang siap mengguncang Rock in Solo V, 15 September mendatang. Sebelumnya, Rock in Solo sukses menghadirkan deretan artis seperti Decapitated (Polandia), Devour The Martyr (Australia), Razed (Malaysia) dan Sepiroth (Belanda).

Ketua penyelenggara Rock in Solo, Stephanus Adjie, saat ditemui Espos di bilangan Pasar Nongko, Rabu (20/6/2012), mengatakan Impiety telah mengonfirmasi kehadirannya di Rock in Solo, pekan lalu. “Impiety adalah band metal yang cukup terkenal di Asia Tenggara. Mereka juga sering menggelar tur di Eropa dan Amerika,” ungkapnya.

Selain telah malang melintang di scene metal dunia, band yang terbentuk 1990 ini telah menelurkan delapan album dan delapan single. Permainan band bepersonel Shyaithan (bas, vokal), Nizam Aziz (gitar) dan Dizazter (drum) itu banyak dipengaruhi Possessed dan Hellhammer.

Adjie mengungkapkan, pihaknya masih mencari satu band asing lagi untuk melengkapi formasi Rock in Solo. Ia mengaku sedang mendekati sebuah band metal asal Inggris. “Siapa itu masih rahasia,” ujar vokalis Down for Life tersebut.

Lebih lanjut, Adjie menepis isu seputar band-band besar yang dikaitkan dengan Rock in Solo V. Di media maya maupun jejaring komunikasi twitter, santer berhembus Megadeth hingga Lamb of God akan bergabung di Rock in Solo.

“Saya juga ga tahu info itu dari mana. Mungkin mereka salah memaknai ucapan Jokowi yang dulu ingin mendatangkan Lamb of God sampai Metallica. Yang pasti, tahun ini kami belum mendatangkan mereka karena terbentur beragam faktor.”

Sementara itu, ajang yang mengambil tema Kingdom Metal Fest ini telah mengonfirmasi kehadiran band-band lokal seperti Speedkill (Jakarta), Revenge (Jakarta), Devadata (Surabaya), Never Again (Solo), Metallic Ass (Jogja), Umbra Mortis (Jakarta) dan Makam (Solo). “Sebenarnya masih banyak lagi. Total sekitar 30 band lokal yang bergabung di acara ini,” terangnya.

Untuk band lokal, pihaknya mengaku masih mengincar dua band metal berbahaya Indonesia, Seringai dan Noxa. Rock in Solo, imbuhnya, juga masih menyeleksi 200-an demo cd band metal lokal untuk diseleksi 15 terbaik. “Band yang terpilih akan tampil di Rock in Solo.”

Copy@http://www.solopos.com

Solo Paragon Hotel and Residences terletak di pusat kota Solo di kawasan Slamet Riyadi yang bergengsi dan dapat dicapai dalam waktu singkat dari Bandara, pusat bisnis dan pusat hiburan serta budaya. Solo Paragon Hotel and Residences adalah hotel berbintang 4 yang memadukan kenyaman apartment dengan fasilitas lengkap ala mall yang akan memanjakan Anda selama melewatkan waktu di Kota Solo. Solo Paragon Hotel and Residences menyediakan fasilitas antara lain kolam renang, pool bar, pusat kebugaran, spa, lintasan jogging, lapangan basket 3 on 3, Nemo kids club, restoran, lounge dan bar.

SOLO – Gelaran Solo Batik Carnival (SBC) Vbakal semakin meriah. Hal ini lantaran Putri Indonesia 2011 dan Putri Pariwisata 2011 bakal terlibat dalam kegiatan tahunan yang diselenggarakan Sabtu (30/6/2012) esok malam.

Putri Indonesia Lingkungan 2011, Liza Elly Purnamasari, mengungkapkan gelaran SBC menunjukkan masyarakat sangat mencintai kekayaan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh dunia tersebut. “Event ini ternyata tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga dikenal secara internasional. Masyarakat Indonesia mencintai batiknya sangat luar biasa,” ungkapnya, Jumat (29/6/2012).

Liza menuturkan dengan tontonan seperti SBC banyak digelar di Indonesia diharapkan mampu menggungah dunia Internasional untuk mengakui kebesaran budaya indonesia. “Idenya luar biasa. Event ini akan menjadi tontonan yang menggugah mata internasional,” jelasnya.

Putri Pariwisata, Andi Natassa, mengungkapkan SBC nantinya akan meningkatkan iklim pariwisata di Kota Solo. SBC, lanjutnya, bakal menjadi ciri khas sendiri untuk Kota Bengawan. “SBC merupakan pesta rakyat yang paling bergengsi. Dari segi pariwisata, Solo bisa maju dengan SBC-nya dan Kota Solo semakin terkenal,” ungkapnya.

Panitia SBC V mengusung tema metamorfosis yang memiliki maksud proses pembuatan batik mulai dari kain putih hingga proses penghilangan malam. Dengan mengusung tema tersebut, panitia berharap adanya peningkatan ketertarikan serta menumbuhkan inpirasi kepada masyarakat terhadap batik.

SBC V juga dikemas berbeda oleh panitia dengan menggelar pertunjukan di dalam Stadion R Maladi Sriwedari dan di luar stadion dengan pawai. Di dalam stadion, panitia membagi gelaran tersebut menjadi lima sesi yang akan menampilkan 250 peserta.

Melihat indahnya kota Bengawan atau lebih keren disebut Kota Solo, banyak sekali sudut-sudut kota yang sangat indah. Hampir disetiap penjuru arah mata angin, Solo mempunyai keunikan dan keindahan tersendiri yang berbeda dengan kota-kota lain. Oleh karena itu saya cukup betah tinggal di Kota Bengawan ini dengan teman-teman seperjuangan. Mulai dari barat sampai timur, dari utara hingga selatan, Solo mempunyai keunikan tersendiri.  Jadi pada intinya Solo itu indah lah. . . . So Lets Go to Solo.

Banyak hal-ahal yang menurut saya sangat mengagumkan di Solo. Seperti adanya kraton Kasunanan dan Kraton Mangkunegaran yang sangat mengagumkan itu. Selain itu masih banyak lagi tempat-tempat yang harus anda lihat. Yang pasti ngga ada di kota lain yaitu adanya Rel Kereta Api tepat di sebelah badan jalan Slamet Riyadi Solo. Rel itu dilewati kereta api jurusan Solo-Wonogiri. Rel yang berada tepat di samping badan jalan itu sehari dapat dilewati 2 kereta api feeder yang melayani jurusan Solo-Wonogiri.

Karena rel itu kini sudah rapuh keadaannya, PT.KAI berencana akan memperbaiki rel tersebut agar perjalanan semakin nyaman dan nyaman. Perbaikan itu akan dikonsentrasikan untuk penggantian Bantalan kereta api dengan bantalan Beton. Perbaikan itu juga berkaitan dengan rencana Pemerintah Kota Solo tentang akan dioperasikannya Kereta Wisata yang akan melintasi sudut Kota Solo.  Rencana Pemkot Solo itu ternyata disambut baik oleh warga Solo. Mereka mendukung penuh dioperasikannya kereta wisata di Kota Solo itu.

Kereta Wisata itu rencananya akan melewati jalan Slamet Riyadi dan beberapa jalur kereta api yang ada di Kota Solo itu. Kayaknya di masa yang akan datang, Kereta Wisata ini menjadi salah satu ikon baru kota Solo dan menjadi daya tarik wisatawan yang tidak ada di kota lain. Lets Go to Solo.

Serabi Notosuman sangat terkenal, terletak di daerah Notosuman, dibuat sejak tahun 20-an. Seolah tak ketinggalan jaman, banyak pendatang membeli untuk dijadikan oleh-oleh. Rasanya gurih berasal dari santan kelapa, dengan pilihan taburan coklat di atasnya.

Karena ramainya pembeli, disarankan Anda memesan dahulu lewat telepon, namun harus diambil tepat waktu menurut perjanjian, jika terlambat, Anda akan kecewa karena serabi Anda telah dijual kepada orang lain. Harganya lebih mahal dibanding serabi yang dijual di pinggir jalan Slamet Riyadi, karena memang rasanya beda, lebih gurih dan manis, dan tahan hingga 24 jam.

Kehidupan malam tak selamanya identik dengan dugem alias dunia gemerlap. Setidaknya hal ini berlaku di daerah Yogyakarta dan Jateng, khususnya Solo. Tengoklah di sudut-sudut kota ini, sangat mudah menemukan orang-orang duduk berkumpul di bangku kayu panjang atau sekedar lesehan di tikar.

Warung angkringan, tempat mereka nongkrong, biasa disebut juga warung hik. Sedangkan di Yogyakarta sering juga disebut dengan istilah warung koboi. Menurut riwayat, istilah hik berasal dari kata hidangan istimewa kampung, dan konsep warung ini konon berasal dari Klaten, daerah yang terletak di antara Solo dan Yogyakarta.

Banyak orang beranggapan, makan di warung hik bukan untuk memanjakan perut, tetapi mencari romantisme malam. Tanyalah orang-orang yang biasa ngangkring atau nge-hik setiap malam, apa yang mereka cari? Sekedar ngobrol dengan teman atau bahkan ikut bergabung dengan “forum” dadakan yang biasanya menggulirkan tema-tema yang sedang hot, tak kalah hot dengan kopi jahe yang mereka nikmati.

Ketika musim Pilkada tiba, orang-orang di warung hik dengan tanpa beban bisa mencaci maki salah satu calon atau bahkan memuji-muji calon lain karena telah memberi sejumlah “angpao”. Ketika musim pertandingan Piala Dunia, bisa-bisa televisi milik pemilik hik diusung ke warung sekedar untuk memfasilitasi para penggila bola.

Menu wajib di warung hik adalah nasi kucing. Disebut nasi kucing karena karena nasi berlauk sambal dan potongan kecil daging bandeng atau teri yang dibungkus seukuran kepalan tangan orang dewasa ini lebih “pantas” untuk menu kucing peliharaan.

Setidaknya menurut penulis, perbedaan warung hik di Solo dan Yogyakarta terletak pada cita rasa nasi kucing. Banyak warung di Solo yang memasak nasi sendiri dan menjaganya untuk tetap hangat dan “pulen” sepanjang malam. Sedangkan di Yogya, kebanyakan warung hanya menerima titipan nasi kucing yang tak se-pulen nasi kucing Solo.

Lauk-pauk yang disediakan juga beragam, mula dari tempe goreng, sate usus, bakwan, tahu bacem hingga burung puyuh. Biasanya pengunjung akan minta lauk tersebut dibakar terlebih dulu.

Ada dua kelas warung hik yang beredar di Solo. Pertama, hik tradisional, banyak terdapat di sudut kampung atau kawasan kos mahasiswa, seperti kebanyakan yang terdapat di Yogyakarta. Kedua, adalah kelas tongkrongan “bergengsi”, kelas ini tentu saja memasang tarif yang bahkan tak ada bedanya dengan rumah makan permanen.

Kelas kedua ini biasanya terletak di pusat-pusat kota seperti di kawasan Manahan, Kottabarat, dan Solo Baru. Pengunjung yang datang juga tak tanggung-tanggung, lebih banyak orang bermobil dengan dandanan layaknya pergi ke kafe. Sangat kontras ketika di sudut-sudut kampung atau di kawasan kampus yang banyak anak kosnya, warung hik boleh dibayar kredit alias ngutang. Jenis hik tradisional inilah yang selama ini lebih dikenal sebagai primadona orang-orang berkantung cekak.

Namun, suasana kekeluargaan di warung hik tradisional lebih terasa kental. Di kawasan kampus UNS Solo, terdapat warung hik yang cukup dikenal, bukan karena menu yang disajikan tetapi lebih karena sang pemilik yang eksentrik. Yono, begitulah nama pemilik hik tersebut, sudah bertahun-tahun menempati lahan di belakang kampus setiap malam.

Hampir setiap orang yang sering mampir ke hik-nya mengenal karakternya yang mampu menjadikan obrolan di warung hik menjadi gayeng dan akrab. Gaya bicaranya blak-blakan, kadang kritis, namun menggelitik. Bahkan tak segan-segan ia berteriak menyanyikan potongan sebuah lagu secara tiba-tiba ketika pengunjungnya kehabisan kata-kata.

Itulah romantisme warung hik, dan setiap warung pasti menawarkan keunikan tersendiri. Hidangan Istimewa Kampung memang istimewa… (wku)

Sebuah taman rekreasi di Jl. Ir. Sutami yang terletak di tepi Bengawan Solo. Pengunjung bisa bersantai di bawah pepohonan sambil menikmati keindahan Bengawan Solo dan menyaksikan satwa-satwa yang saat ini ada 60 jenis, termasuk satwa yang telah dikeringkan bernama Kyai Anggoro. Di taman ini terdapat pula Monumen Gesang yang dibangun untuk menghormati jasa Bapak Gesang Sang Maestro Keroncong dengan lagu Bengawan Solo-nya, serta Sanggar Gesang yang saat ini digunakan untuk pertunjukan seni musik keroncong.

Taman Hiburan Remaja (THR) Sriwedari merupakan arena hiburan yang cocok untuk anak-anak, remaja dan orang dewasa. Masyarakat maupun wisatawan dapat menghabiskan liburan atau menikmati kebersamaan dengan keluarga dengan biaya  yang terjangkau.

THR Sriwedari, berada di dalam kompleks taman Sriwedari, berlokasi di Jl. Slamet Riyadi 275, jalan protokol di kota Solo. Ada beragam wanaha seperti mobil senggol, kereta mini, mini outbond, lautan balon dan lain-lain yang bias dinikmati oleh anak-anak. Untuk menarik minat pengunjung dewasa, pada hari-hari tertentu rutin digelar acara musik seperti Koes Plus, Dangdut Mania dan lain-lain.

SIPA atau Solo International Performing Arts adalah arena skala internasional budaya seni pertunjukan dengan materi dalam bentuk seni pertunjukan. Sementara acara ini genre seni mulai dari tari, teater musik, dan seni untuk aturan atau tidak meluas ke area lain dari seni.

SIPA akan terus mencari dan menemukan bentuk idealnya. Setelah itu proses pencarian akan terus until’ll menemukan bentuk terbaikknya. Tapi satu hal yang tidak akan pernah ditinggalkan adalah Roh Solo sebagai ajang interaksi budaya adalah konsep Kota Solo Kebudayaan. Inilah yang akan selalu semangat proses menemukan bentuk ideal SIPA.

Akhirnya, dari semua pikiran itu akan mengarah pada tema utama. Solo akan menjadi kota yang “duwur Adoh kuncarane”. Sebuah kota besar karena hidup tradisi dan kebersamaan bahwa orang memiliki kekuatan untuk kebesaran yang bahkan untuk orang dari luar daerah.

SIPA 2012 Siap Tampil Beda

Ira Kusumorasri (Espos/Dwi Prasetyo/dok)

SOLO—Perhelatan kesenian akbar  International Performing Arts (SIPA)  2012 kembali akan hadir pada akhir September mendatang. SIPA yang digelar untuk kali keempat ini siap mengusung semangat go green dengan tema Save Our World.

“Dengan tema ini kami ingin mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk lebih <I>care<I> lagi kepada lingkungan,  bumi dan seisinya,” jelas Ketua SIPA 2012, Irawati Kusumorasri saat berkunjung ke Griya Solopos, Selasa (17/4/2012).

Guna mendukung tema ini, lanjut Ira, pihaknya akan mengajak para seniman yang punya komitmen di bidang lingkungan untuk tampil. Sementara untuk para penampil dari luar negeri, pihaknya mengimbau agar mereka menyesuaikan materi sajian dengan tema tersebut.

Lebih jauh dijelaskan Ira, pada SIPA 2012 yang akan digelar 28-30 September mendatang tersebut akan menyajikan sajian-sajian istimewa dari para seniman-seniman baik dari dalam maupun luar negeri.  Dari dalam negeri atau lokal, seniman yang akan tampil antara lain, Mugiyono Kasido, Sujiwo Tedjo, Nanang HP (Teater Tetas), Kelompok Kesenian Krakatau Steel dan para penyaji dari Yogyakarta, Bangka Belitung serta Pontianak.

Sementara dari luar negeri dipastikan akan ada sajian para seniman dari Inggris, Belanda, Australia, Taiwan, Jepang dan Brazil. “Kami masih menunggu kepastian delegasi dari Filipina, India dan Malaysia yang kami harap juga akan tampil,” imbuh Ira.

Untuk mendukung penampilan para seniman tersebut, lanjut Ira, pihaknya akan menyiapkan tata cahaya yang menarik dan spektakuler. Bahkan, dirinya mengaku siap melawan arus pakem yang selama ini ada dalam festival seni.

“Selaras dengan konsep panggung yang nanti akan bernuansa moderen, kami akan menyajikan lighting  yang lebih hidup, dinamis dan heboh seperti pertunjukan atau pergelaran musik. Hal ini kami harap akan semakin menarik perhatian penonton,” ujar Ira.

Bukan itu saja, di awal pertunjukan, para penonton akan disuguhi dengan sajian pesta kembang api yang sudah menjadi tradisi di perhelatan SIPA.

Untuk pre-event SIPA 2012, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan di antaranya, panitia juga akan mengadakan acara di Solo Grand Mall, Solo Square juga di sejumlah kelurahan.

“Kalau di kelurahan itu kegiatannya berupa tanam pohon. Kami berharap akan memberikan sebanyak 10.000 bibit tanaman produktif. Bahkan  saat pertunjukan, kami berencana membagikan tanaman hias kepada para penonton,” urai Ira.

Sebagai pendamping perhelatan inti, panitia juga akan menggelar kegiatan khusus bagi para jurnalis berupa lomba menulis dan foto tentang SIPA 2012.

Pemerintah Kota Solo akan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Solo International Ethnic Music (SIEM) . Demikian dikatakan Walikota Solo Joko Widodo saat menghadiri Grand Launching SIEM ) , di Central Garden, Hotel Lor In, Solo. “Saya optimis kegiatan SIEM tahun ini akan sukses,” lanjut Joko Widodo yakin.

 

Selain dihadiri Wali Kota Solo,  juga dihadiri sejumlah pejabat, pengusaha, pemerhati seni dan budaya termasuk Guruh Soekarnoputra. Tururt memeriahkan acara itu, musisi Gilang Ramadhan dalam kesempatan itu tampil dengan membawakan musik perkusi dengan nuansa etnik. Sebelumnya, Dewan Kurator SIEM  Prof Dr Rahayu Supanggah S Kar menyampaikan pengantar tentang kegiatan SIEM, dan ada pemutaran film SIEM

Ketua Panitia SIEM  Bambang Sutejo menyatakan, kegiatan SIEM merupakan kerja bersama masyarakat, pemerintah, dan semua elemen masyarakat di Kota Solo. Seperti tahun sebelumnya, kelompok musik tradisional/etnik dari sejumlah negara luar dan dari berbagai daerah di Tanah Air akan tampil dalam SIEM

Gilang Ramadhan yang juga kurator festival menyebutkan, panitia mengundang sejumlah pemusik etnik dari Bulgaria, India, Jepang, New Zeland, dan Senegal. Dari dalam negeri akan tampil para musisi dari Selayar, Minang, Kalimantan Timur, Banyuwangi, Bali, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Flores, Surabaya, Solo, dan Irian Barat. “Ebiet G Ade, Letto, Balawan, dan Syahrani direncanakan akan tampil membawakan komposisi etnik mereka,” lanjut Gilang.(siemfestival.com/hn)

 

Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan untuk mempromosikan Balekambang kepada masyarakat maka Balekambang untuk yang pertama kalinya mengadakan event yaitu Pesona Balekambang 2011. Pesona Balekambang 2011 ini diselenggarakan atas kerjasama UPTD Balekambang dengan SENTHIR, PGRI, dan Disdikpora Surakarta.

Pesona Balekambang ini dilaksanakan mulai hari kamis kemarin tanggal 21 April sampai dengan Senin, 25 April 2011 mendatang. Acara yang dibuka dan diresmikan oleh Bapak Walikota Solo yaitu Bpk. Joko Widodo tersebut mengangkat tema acara Pesona Balekambang antara lain adalah tentang pameran flora dan fauna sebagai media pendidikan dengan perlindungan species langka tertentu; stand pendidikan yang diikuti oleh UNIBRAW Malang, UNS, UNISRI, SD Al Azhar,dll; pasar produk kreatif; workshop dan pelatihan bagi siswa TK tentang menanam sayur dan buah; serta lomba seni dan kreatifitas.
Pesona Balekambang dimaksudkan agar para generasi muda lebih bisa mengenal, menjaga dan mencintai ciptaan Tuhan khususnya yang berupa flora dan fauna yang berada di Taman Balekambang sebagai paru-paru kota, taman hiburan serta taman pendidikan. (Ayu S. Prabandari) Copy@http://tamanbalekambang.blogspot.com/

Tambah lagi kisah sukses terobosan Pak Wali Kota Solo dalam membangun Kota Solo. Yang sudah jelas kita nikmati adalah penataan kawasan Stadiun Manahan dan Pasar Oprokan sehingga pedangang kaki lima yang biasanya nyumpel menuhin jalan kini telah direlokasi tanpa gejolak. Kemudian pembangunan konsep kuliner malam di depan PGS (Pusat Grosir Solo), Gladag yang begitu nyaman untuk wisata malam keluarga. Dan kini, konsep City Walk untuk di Jl. Slamt Riyadi akan disempurnakan dengan memberikan banyak titik hot spot,bahkan sampai di tingkat kelurahan … Luarr biasa … blogger and adsenser solo bakalan bisa kopdar malam mingguan di City Walk Slamet Riyadi sambil menikmati indahnya Jl. Protokol waktu malam yang belum begitu macet ini … Salut! Dukung penuh Pak Wali !!! Ternyata untuk menciptakan keindahan kota tak harus seeprti Jl. Dago Bandung… di Kota yang panas ini pun jadi … Semoga kita bisa lekas isis-isis sambil ngenet, menimati wedang ronde di pinggiran Jl. Slamet Riyadi … :D

Solo Pos: Kota Solo sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan yang ramai, dan saat ini terus berkembang menjadi kota dengan berbagai aktivitas berskala nasional dan internasional.Tuntutan teknologi informasi yang berbasis Internet, mengharuskan Pemkot merespons dengan infrastruktur yang memadai. Kemudahan akses Internet bagi masyarakat menjadi sesuatu yang mesti dipikirkan.
Untuk dapat mengakses hotspot, menurut praktisi Internet dari UPT Puskom Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ardian Prasetyawan, perangkat yang harus ada dalam laptop adalah Wifi. Setiap laptop model baru yang dijual saat ini, dipastikan sudah ada fasilitas itu.
Untuk laptop generasi lama bisa disiasati dengan perangkat tambahan. ”Cukup memberi perangkat tambahan, berupa USB wireless, yang sekarang sudah banyak dijual. Kalau sudah ditambah alat itu dan lengkap perangkatnya, laptop sudah bisa untuk mengakses hotspot,” jelasnya, ketika ditemui Espos, di kantornya.
Namun, pemilik laptop juga perlu memperhatikan hal lain yaitu apakah perangkat Wifi tersebut sudah aktif secara otomatis (plug and plat) atau harus dilakukan secara manual. Ardian mengingatkan, bila Wifi tidak aktif secara otomatis, maka harus mengaktifkan dulu perangkat ini, sesuai dengan fasilitas yang tersedia di laptop.
Bila hardware maupun software Wifi sudah aktif, selanjutnya tinggal melihat indikator penunjuk pencarian sinyal.


Untuk mendapatkan sinyal yang baik, Ardian mengatakan, tinggal melihat indikator sinyal yang tampil di layar laptop. ”Bila sinyal sudah penuh atau hampir penuh, maka akses Internet lewat hotspot bisa dilakukan dengan baik. Dari beberapa akses poin yang muncul, pilih yang sinyalnya paling bagus.”
Faktor yang membuat akses menjadi lambat atau tidak lancar, tergantung bandwidth dan jumlah pengakses hotspot. Semakin banyak pengguna dalam satu area hotspot, aksesnya menjadi lambat.
Dengan demikian ketika pemakai Internet semakin banyak, dibutuhkan titik hotspot makin banyak pula. Dalam hal ini Pemkot Solo mulai mengalokasikan anggaran Rp 400 juta dari APBD 2008 untuk pembangunan 13 titik hotspot.
Sebanyak delapan titik akan dibangun di sepanjang Jl Slamet Riyadi dari Purwosari hingga Bundaran Gladak untuk mendukung program city walk, selain itu juga di kawasan Mangkunegaran, Balekambang, Balaikota, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Terminal Tirtonadi. Kekuatan titik hotspot itu akan memiliki jangkauan sejauh 500 meter.
Melihat kondisi ini, PT Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi (Kandatel) Solo pun memiliki inisiatif dan memberikan dukungan untuk mewujudkan Solo sebagai cyber city. Salah satu langkah awal untuk mewujudkan gagasan itu adalah dengan menggenjot penyediaan layanan hotspot untuk akses Internet di berbagai kawasan. General Manager PT Telkom Kandatel Solo, Dwi Heriyanto ketika dijumpai Espos di kantornya belum lama ini mengungkapkan, saat ini sudah terdapat 30 lokasi di Solo yang menyediakan layanan hotspot baik yang gratis maupun yang berbayar dengan menggunakan kartu iVAS.
Untuk menggairahkan masyarakat untuk membudayakan berinternet, Rabu (30/7) mendatang akan digelar browsing Internet massal di city walk Jalan Slamet Riyadi Solo. Acara yang ditargetkan masuk dalam catatan rekor Muri ini sekaligus sebagai uji coba beberapa titik hotspot yang telah dipasang oleh Telkom.
”Untuk kegiatan itu kami menyediakan 40 titik hotspot di sepanjang city walk mulai dari Hotel Arini di Purwosari hingga Gendengan,” papar Dwi. Titik-titik tersebut mampu mendukung aktivitas browsing Internet bagi ratusan orang dalam waktu bersamaan.
Dwi menambahkan, langkah Kandatel Solo dalam mewujudkan cyber city tidak akan berhenti di sini. ”Kami sudah menyiapkan berbagai program dukungan yang kami harap bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemkot,” tegasnya.
Selain penyediaan hotspot gratis di kawasan ruang publik seperti city walk, TElkom juga akan mendukung agenda-agenda kota seperti penyelenggaraan Solo International Ethnic Music (SIEM) Festival bulan Agustus mendatang seperti yang sudah dilakukan tahun lalu.
Menurut Dwi, penyebaran hotspot menjadi bagian dari edukasi dan pemasyarakatan Internet. ”Pemasyarakatan Internet ini harus dimulai dari masyarakat sendiri sehingga akhirnya Internet menjadi gaya hidup atau life style sesuai cita-cita perwujudan Solo sebagai cyber city,” katanya. ”Adanya hotspot gratis membuat makin banyak orang bisa mengakses Internet,” kata Dwi.
Lantas kenapa harus di city walk? Ini karenacity walk merupakan kawasan ruang publik yang mengemban misi heritage, fun dan kowledge. ”Selain menjadi lokasi wisata budaya dan hiburan, city walk juga menjadi kawasan pengembangan pengetahuan,” kata Dwi.
Namun Dwi mengingatkan, Telkom tidak bisa bergerak sendirian. ”Butuh komitmen kuat dan partisipasi aktif dari Pemkot Solo untuk mewujudkan cyber city ini. Misalkan dalam perawatan dan pemeliharaan hotspot di ruang publik serta pemanfaatan Internet secara lebih luas untuk menunjang operasional pemerintahan,” ujar Dwi. Kalau hal ini terwujud, lanjut dia, Solo benar-benar akan menjadi kota yang unggul. – Oleh : R Bambang Aris Sasangka, Ivan Indrakesuma.

1.1    LATAR BELAKANG
Identitas sebagai Kota Budaya sangat akrab dan melekat lama di Kota Solo. Upaya pelestarian tentu saja menjadi kehendak seluruh warga Kota Solo. Sebab pelestarian warisan pusaka sebagai tanda proses perubahan serta perkembangan kota yang terjadi secara alamiah. Secara berurutan tanpa harus kehilangan masa lalu yang dapat dijadikan cermin untuk pembangunan masa depan.  Strategi pengelolaan kota  yang terarah dan bersinambung dimaksudkan sebagai piranti lunak untuk menjalankan fungsi pengarahan dan fungsi kontrol bagi laju pembangunan cepat tersebut.
Kawasan Ngarsapura di sepanjang Jl. Diponegoro yang menghubungkan antara citywalk Jl. Slamet Riyadi dengan Kompleks Mangkunegaran diharapkan mampu menjadi salah satu kawasan wisata, ekonomi, dan seni bagi kota Surakarta. Kawasan ini bisa menjadi pusat kegiatan baru (node) bagi aktivitas sosial, ekonomi, dan seni-budaya untuk kebutuhan masyarakat Solo.
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) adalah panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta memuat materi pokok ketentuan program bangunan dan lingkungan rencana umum dan panduan rancangan, rencana investasi, ketentuan pengendalain rencana, dan pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan. RTBL akan menjadi pedoman perancangan kawasan dan arahan rancangan bangunan serta lingkungan untuk mewujudkan kawasan yang tertata.

 

1.2    ARTI PENTING KAWASAN NGARSAPURA
Kontribusi kawasan Ngarsapura terhadap kota Surakarta dipengaruhi oleh tata letak kawasan yang berada dalam simpul-simpul ekonomi dan pergerakan kota, dengan dilatarbelakangi komplek Kraton Mangkunegaran. Arti penting penyusunan RTBL Kawasan Ngarsapura sbb:
1. Kawasan Ngarasapura terletak di pusat kota Surakarta dengan mengemban fungsi pelayanan jasa dan perdagangan yang bersifat sekunder (kawasan sekitar kota Surakarta).

2. Jaringan jalan di Kawasan Ngarsapura menjadi bagian yang penting dari sistem pergerakan kota, karena berakses langsung kepada citywalk di Jl. Slamet Riyadi.

3. Intensitas kegiatan ekonomi di Jalan Diponegoro sangat tinggi, dengan keberadaan fungsi perdagangan, jasa, pendidikan, dan perumahan.

4. Komplek Keraton Mangkunegaran di sisi utara Jl. Ronggowarsito menjadi pusat kegiatan budaya, menjadi datum dan simbol yang layak untuk dipertahankan keberadaannya.

5. Pasar Triwindu di sisi timur Jl. Diponegoro saat ini menjadi pusat perdagangan barang-barang antik maupun produk repro bernuansa antik.

6. Diperlukan upaya untuk memadukan kepentingan peningkatan kenyamanan pejalan kaki serta pemantapan citra kawasan citywalk.

7. Kawasan Ngarsapura merupakan kawasan dengan dinamika yang tinggi, khususnya kegiatan perdagangan, jasa, pemukiman, dan perdagangan. Masing-masing kegiatan berupaya mengambil orientasi utama pada jalan-jalan utama di Ngarsapura.

Penyusunan RTBL untuk kawasan Ngarsapura dapat menjadikan pembangunan lebih terarah dan terkonsep.

 

1.3    TUJUAN, SASARAN, DAN MANFAAT PERENCANAAN
1.3.1    Tujuan
RTBL Kawasan Ngarsapura mempunyai maksud untuk menyediakan instrumen penataan ruang yang dapat berfungsi mengarahkan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan mendatang.

1. Mewujudkan bangunan dan lingkungan sebagai wujud struktural pemanfaatan ruang yang fungsional, aman, nyaman, sehat, seimbang, selaras, dan serasi dengan lingkungannya, serta berjati-diri atau beridentitas.

2. Mewujudkan kemakmuran rakyat, mencegah dan menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan alam, lingkungan buatan dan sosial.

3. Mewujudkan panduan untuk penataanbangunan dan lingkungan sebagai upaya komprehensif dan keterpaduan dari kegiatan perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian sebagai wujud pemanfaatan ruang dalam bentuk yang terukur multi dimensi, bangunan dan lingkungannya.

1.3.2    Sasaran
Sasaran yang dicapai dari Penyusunan RTBL Kawasan Ngarsapura adalah sbb:

1.  Menghasilkan konsep dan acuan pelaksanaan pembangunan fisik dan lingkungan Kawasan Ngarsapura dalam bentuk RTBL untuk kawasan Ngarsapura guna menunjang sektor-sektor unggulan kawasan (pariwisata dan perekonomian) dan pengendalian pembangunan kawasan.

2. Menata pola pembangunan fisik dan lingkungan Kawasan Ngarsapura yang terkonsep dan terarah serta berkesinambungan, melalui desain perencanaan dan pedoman pelaksanaan.

1.3.3    Manfaat

Manfaat yang diperoleh melalui kegiatan RTBL Kawasan Ngarsapura adalah sbb:

1. Mewujudkan pelaksanaan pembangunan fisik dan lingkungan yang terkonsep, terarah dan berwawasan lingkungan;

2. Mewujudkan kawasan dengan penataan bangunan dan lingkungan yang terkonsep, terarah dan berwawasan lingkungan;

3. Mewujudkan bangunan dan lingkungan sebagai wujud struktural pemanfaatan ruang yang fungsional, aman, nyaman, sehat, seimbang, selaras, dan serasi dengan lingkungannya;

4. Mewujudkan keseimbangan lingkungan hidup, keamanan, keselamatan dan kesehatan serta kemudahan masyarakat umum secara berkelanjutan.

dikutip dari: http://www.surakarta.go.id/news/kawasan.ngarsapura.html

SOLO- Event Organizer (EO) pengelola Sepur Kluthuk Jaladara mengandeng hotel untuk menggaet tamu. Rencananya, pihak EO akan memasang banner di sejumlah hotel berbintang dan hotel butik.

EO Jaladara, Patrick Orlando, saat ditemui Espos di kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Selasa (7/2/2012), mengatakan saat ini sarana promosi berbentuk banner, spanduk, dan baliho disiapkan. Setidaknya dua pekan ke depan, perangkat tersebut telah terpasang di sejumlah titik strategis di Solo.

“Khusus banner akan kita pasang di hotel. Karena pengalaman kami, tamu sering berasal dari tamu hotel,” jelas Patrick.

Dalam banner, dia mencantumkan penawaran fasilitas apa saja yang bakal didapatkan tamu saat mengambil paket Jaladara. Harga paket mulai dari Rp150.000/orang selama 3 jam. Selain merasakan sensasi naik kereta api kuno, dengan harga itu tamu juga dapat menikmati hiburan permainan siter dan mencicipi jamu gendong. Selain itu, tamu pun diajak mengunjungi lokasi strategis Solo, seperti Loji Gandrung, Batik Danarhadi dan Museum Radya Pustaka.

Menanggapi hal itu, General Manager Best Western Premier Hotel, Herman Curbois, menyambut positif rencana itu, meskipun dia mengaku belum dikontak langsung oleh pihak EO. Dia pun sepakat jika EO memberikan kepastian harga dan fasilitas apa yang didapat tamu.

“Banyak yang menawarkan dan harganya beda-beda, jadi tamu bingung. Makanya, selama ini saya wait and see. Kalau harganya fix Rp150.000 saya rasa bagus. Itu harga wajar dan masuk akal,” ujar Herman. JIBI/SOLOPOS/Tika Sekar Arum

Bus Tingkat Werkudara

Kota Solo saat ini sudah mempunyai Bus Tingkat Wisata. Desain bus tersebut berwarna merah dan dilengkapi tempat duduk yang nyaman. Ketinggiannya mencapai 4,5 meter dengan lebar layaknya bus pada umumnya, yakni sekitar 2,5 meter.
Bus tingkat ini hanya ditawarkan kepada wisatawan yang ingin berkeliling Solo.Lokasi yang bisa dituju, antara lain Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustakan dan sejumlah tempat lainnya. Bus tingkat dapat mengantar wisatawan sesuai keinginannya.
Bus tingkat wisata yang bertujuan untuk menarik wisatawan telah dioperasikan mulai 20 Februari  2011. Selain itu, bus tingkat ini juga berfungsi untuk mengenang masa lalu karena dapat diketahui keberadaan bus tingkat masih populer. Dulu bus tingkat adalah bus reguler, kalau bus tingkat kali ini konsepnya berupa bus wisata dengan paket atau carter.

Pembelian Tiket

Calon Penumpang dapat membeli tiket di tempat yang sudah disediakan secara eceran seharga Rp. 20.000,- untuk berkeliling kota Solo pulang pergi pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur. Untuk harga sewa (carter) dengan biaya Rp. 800.000,- per 3 jam dengan biaya overtime Rp. 250.000,- per jam. Penyewa juga dapat meminta bus berhenti di tempat-tempat tertentu selama lokasinya memungkinkan.

Pemesanan dilakukan di kator Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta di Jalan Menteri Supeno No. 7 Manahan pada hari dan jam kerja dengan menghubungi Indri 085642005156 atau Sandi 085229790462

Pemesanan dilakukan minimal satu hari sebelum hari pemberangkatan dan wajib menyerahkan tanda jadi minimal 25 persen dari harga sewa.

Contact Person :
Indri (085642005156)
Sandi (085229790462)

copy@http://www.surakarta.go.id

City Walk merupakan salah satu ruang publik bebas bagi warga kota berada. Sebuah Pedestrian yang tentu hanya boleh dilewati bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Setiap orang berhak untuk menikmatinya dengan gratis. Apalagi City walk dapat digunakan sebagai tempat hiburan dan melepas stress dari berbagai aktivitas hidup. City walk memiliki peranan besar bagi manusia sebagai mahkluk sosial. Di jalan, masyarakat  dapat  untuk melihat manusia lain dalam berinteraksi.

City walk Solo terletak di koridor sebelah kanan sepanjang jalan Slamet Riyadi. Mulai dari  Purwosari sampai  Benteng Vastenburg dan pasar Gede. Kawasan Slamet Riyadi adalah salah satu aset yang dibanggakan oleh masyarakat Solo. Kawasan tersebut merupakan suatu kawasan yang memiliki unsur budaya yang melekat pada jati diri kota Solo karena banyak warisan bangunan yang bernilai sejarah. kawasan Loji Gandrung,  Sriwedari, Museum Radya Pustaka, Museum Batik Kuno Danarhadi, Kawasan Ngarsopuran Mangkunegaran, Kampung batik Kauman , Gladhag, Alun-Alun Utara, Masjid Agung Solo, kawasan keraton Kasunanan, benteng Vastenburg. Tidak hanya bangunan bersejarah. Area pertokoan dan pusat belanja juga banyak terdapat di Slamet Riyadi. Solo Grand Mall , Pusat Grosir Solo dll.

https://pasargedhe.files.wordpress.com/2012/07/dsc00013.jpg?w=300

City Walk Solo merupakan tempat yang bagus untuk jalan-jalan dan menikmati keindahan kota Solo. Banyak fasilitas yang disediakan untuk memanjakan para pejalan kaki. Taman-taman kota menghiasi sepanjang City Walk . Ada tempat duduk yang disediakan bagi yang ingin sekedar melepas lelah karena jalan kaki atau ingin duduk sambil menikmati indahnya kota Solo. Bagi yang punya laptop bisa juga merasakan koneksi internet melalui titik-titik hotspot sepanjang City Walk . Namun yang paling seru adalah di samping City Walk terdapat jalur kereta uap wisata Solo dengan nama “Sepur Klutuk Jaladara”. Tentunya menjadikan suasana menjadi istimewa.

City Walk sendiri adalah sebuah sebuah public space , ruang milik bersama bagi penghuni kota Solo untuk beraktivitas, bersantai maupun bersosialisasi yang dilandasi pemikiran untuk mengangkat potensi Solo yang ada. City Walk berada di sisi selatan jalan protokol utama yaitu jalan Slamet Riyadi, yang sebelumnya merupakan jalur lambat untuk kendaraan yang sekarang telah berubah menjadi pedestrian panjang untuk pejalan kaki.

Jalur wisata City Walk dimulai dari Stasiun Purwosari berujung di kawasan Benteng Vastenburg dan Pasar Gede, dipenuhi bangunan-bangunan heritage yang beberapa masih tegak berdiri. Dijalur ini dapat dijumpai pusat perbelanjaan modern, kawasan konservasi Sriwedari, Museum Radya Pustaka, Museum Batik Kuno Danarhadi, Kawasan Ngarsopuran Mangkunegaran, Kampung Kauman (salah satu kampung wisata batik di Solo yang juga menawarkan wisata suasana religius Islam yang kental), Gladhag, Alun-Alun Utara, Masjid Agung Solo, kawasan Keraton Kasunanan, Benteng Vastenburg, yang kemudian dapat dilanjutkan ke pasar tradisional Pasar Gede.

Copy@http://dishub-surakarta.com

SOLO--Redesain pembangunan Gladag Langen Bogan (Galabo) Solo, dipastikan rampung pekan ini. Ke depan, pusat kuliner malam tersebut bakal dilengkapi dengan penutup atau kanopi pada bagian atasnya.

Hal itu dikemukakan Kepala UPTD Kuliner Galabo, Agus Siswuryanto, saat memaparkan rencana pembangunan Galabo yang akan direalisasikan tahun ini di hadapan jajaran Komisi III DPRD Kota Solo di Gedung Dewan, Selasa (8/5/2012).

Sebagaimana diketahui, desain pembangunan Galabo sempat ditolak jajaran Komisi III DPRD Kota Solo, lantaran tidak sesuai dengan yang telah disampaikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat pembahasan anggaran di tingkat Badan Anggaran (Banggar) dan komisi.

Dalam desain itu, tidak dilengkapi dengan penutup atau kanopi pada bagian atasnya. Padahal desain Galabo diharapkan bisa dilengkapi fasilitas itu demi membuat pedagang dan pengunjung di kawasan lebih nyaman, khususnya saat musim hujan.

Agus mengemukakan, menindaklanjuti masukan dari jajaran Komisi III, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengembalikan desain itu ke rencana semula. Terkait penambahan penutup atau kanopi di Galabo, pihaknya juga telah mendapat persetujuan dari Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi).

Anggaran

Namun dengan melihat anggaran yang ada, pihaknya memperkirakan pemasangan penutup atau kanopi baru bisa sebagian dan dengan sistem tarik-dorong. “Kanopi itu kemungkinan hanya bisa dipasang sampai dengan batas paving selatan, sehingga kawasan Galabo itu belum bisa 100 persen. Sebab anggaran yang hampir Rp3 miliar itu, Rp2,281 miliarnya untuk konstruksi,” ungkap Agus.

Terkait rencana pembangunan Galabo tersebut, Agus menyebutkan akan mengutamakan pembenahan infrastruktur terlebih dulu. Salah satunya adalah perbaikan saluran air. “Akan kami prioritaskan sejumlah infrastruktur, sehingga kemungkinan besar untuk penambahan atau penggantian meja-kursi baru, belum bisa,” kata Agus.

Menanggapi rencana itu, jajaran Komisi III meminta Pemerintah Kota (Pemkot) sesegera mungkin memaparkan hasil redesain pembangunan Galabo itu jika telah selesai. Ketua Komisi III DPRD Kota Solo, Honda Hendarto menyatakan pihaknya berharap ada perubahan yang nyata dalam desain pembangunan Galabo nantinya dengan kondisi saat ini.

Pihaknya meminta UPTD Kuliner juga membuat setidaknya dua alternatif desain pembangunan Galabo tersebut.

“Pertama, penutup dibuat full sampai rel kereta api (KA). Alternatif kedua, penutup mungkin bisa dibuat sampai ke paving selatan. Perhitungkan anggarannya dengan cermat. Jangan sampai anggaran sebesar itu muspra karena perencanaan yang tidak matang. Sebab diharapkan perombakan Galabo nantinya bisa total agar permasalahan yang selama ini ada di sana bisa benar-benar selesai. Kalau ternyata anggarannya kurang, nanti bisa mengajukan di perubahan (APBD Perubahan 2012-red),” tegas Honda.

Sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, Solo memiliki banyak harta karun berupa barang-barang pusaka dan antik. Pasar Triwindu (sekarang bernama Pasar Windujenar) adalah salah satu pasar barang antik yang populer di Pulau Jawa. Persis di depan pintu masuk pasar, Anda akan disambut oleh patung laki-laki dan perempuan Jawa sedang duduk bersila di atas panggung batu.

Menyusuri lorong-lorong pasar dengan barang-barang antik yang bertaburan di kanan kirinya, akan membuat kita merasa berada di surga barang antik. Aneka koleksi kain batik, uang dan koin kuno, cap batik, gramofon tua dari Eropa, wayang-wayang yang terlukis di papan kayu tua, sepeda dari tahun 1930an, hingga berbagai benda yang diklaim sebagai fosil makhluk purba dari Sangiran bisa ditemukan disini. Tidak ketinggalan pula lukisan-lukisan tua, lampu minyak, patung-patung Budha, hingga setrika arang. Tidak hanya itu saja, pasar ini juga akan memberikan kepuasan tersendiri bagi para kolektor dan penggila otomotif karena bisa mendapatkan onderdil langka yang sudah tidak diproduksi lagi.

Tidak semua barang yang dijual di Pasar Triwindu merupakan barang yang benar-benar antik. Sebuah barang yang diklaim penjualnya berusia ratusan tahun mungkin saja baru dibuat beberapa minggu lalu. Namun jika beruntung, Anda bisa mendapatkan pusaka yang dulunya adalah milik kraton. Berbagai spekulasi berkembang mengenai keberadaan benda-benda milik kraton di pasar ini. Namun pihak kraton mengatakan bahwa benda-benda itu kemungkinan adalah benda yang dihadiahkan pada abdi dalem dan kemudian dijual, atau didapatkan oleh orang yang membeli dari kerabat kraton. Berbelanja di Pasar Triwindu sungguh membutuhkah ketelitian dan keahlian tawar-menawar, jadi jangan ragu untuk menawar setengah harga.

Sampai sekarang, Pasar Windujenar masih melayani sistem barter. Anda bisa menukar koleksi dengan barang antik yang lain, tentu saja dengan negosiasi dan kesepakatan tentang nilai barang yang ingin dibarter. Jika Anda wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh, ataupun sekedar ingin menikmati suasana kota Solo yang sesungguhnya, Pasar Windujenar layak menjadi pilihan.

Copyright © 2010 YogYES.COM